JAKARTA — Pemerintah tengah menyiapkan skema pembatasan pembelian Pertalite bersubsidi bagi kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi, yakni desil 9 dan 10. Rencana ini mencuat usai pertemuan koordinasi antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Purbaya menjelaskan bahwa opsi pembatasan ini muncul karena sistem basis data Pertamina dinilai sudah cukup memadai untuk mengidentifikasi kelompok penerima subsidi yang tepat sasaran. Selama ini, distribusi BBM bersubsidi dinilai belum sepenuhnya menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan. Ia menegaskan penerapan kebijakan ini tidak akan berlaku serta-merta, melainkan bertahap dalam beberapa bulan ke depan, dimulai dengan menyasar kelompok desil teratas terlebih dahulu.
Konsep desil sendiri merupakan sistem klasifikasi kesejahteraan keluarga yang digunakan Kementerian Sosial melalui data Cek Bansos. Sistem ini membagi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan sejumlah indikator sosial ekonomi, mulai dari status pekerjaan dan pendidikan anggota keluarga, kondisi tempat tinggal serta daya listrik terpasang, hingga kepemilikan aset rumah tangga. Setiap kelompok desil mewakili sekitar sepersepuluh populasi keluarga Indonesia berdasarkan level kesejahteraannya.
Kelompok desil 1 mewakili masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rentan, tanpa pekerjaan tetap dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, sehingga menjadi prioritas utama seluruh program bantuan sosial pemerintah. Desil 2 menggambarkan keluarga berpenghasilan rendah yang sangat rentan terguncang oleh kenaikan harga maupun minim tabungan. Sementara desil 3 tergolong hampir miskin dengan risiko tinggi jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem bila terjadi pemutusan hubungan kerja atau gejolak ekonomi mendadak.
Naik satu tingkat, desil 4 menggambarkan kelompok rentan miskin yang kondisinya relatif stabil namun rawan terguncang oleh bencana, sakit berat, atau penurunan pendapatan tiba-tiba. Desil 5 berada pada level pas-pasan, memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap namun nyaris mepet dengan kebutuhan, sehingga masih berpeluang menerima sebagian bantuan tertentu. Adapun kelompok desil 6 hingga 10 sudah tergolong menengah ke atas dengan pendapatan stabil dan relatif aman dari risiko kemiskinan, sehingga tidak lagi menjadi prioritas program bantuan sosial reguler.
Dari sepuluh kelompok tersebut, desil 9 dan 10 yang berada di level kesejahteraan tertinggi menjadi sasaran utama pembatasan pembelian Pertalite dalam rencana kebijakan pemerintah ini. Masyarakat dapat mengecek posisi kelompok desil masing-masing secara mandiri melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos, dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan serta kode keamanan yang tersedia di halaman tersebut sebelum menekan tombol pencarian data.
Kebijakan pembatasan berbasis desil ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menata ulang skema subsidi energi agar benar-benar dinikmati kelompok yang membutuhkan, di tengah beban anggaran subsidi BBM yang selama ini dinilai belum sepenuhnya efisien dan tepat sasaran.
#Pertalite #SubsidiBBM #Desil9dan10 #PurbayaYudhiSadewa #BahlilLahadalia #KementerianKeuangan #SubsidiTepatSasaran #CekBansosKemensos #KebijakanEnergi #BeritaEkonomi






