Teheran – Dini hari Rabu (10/6/2026), langit Bahrain diwarnai kilat ledakan dan sirene peringatan. Iran melancarkan serangan balasan berskala besar menggunakan kombinasi rudal jarak jauh dan drone tempur ke tiga pangkalan militer Amerika Serikat sekaligus dalam rentang waktu yang nyaris bersamaan.
Tiga Pangkalan Dibidik Serentak
Pukul 02.30 waktu setempat, pesawat tempur angkatan laut IRGC meluncurkan serangan drone terhadap markas Angkatan Laut ke-5 AS di Bahrain. “Sebagai tanggapan atas tindakan keji musuh, pesawat tempur angkatan laut IRGC melancarkan serangan drone terhadap Angkatan Laut ke-5 Bahrain,” bunyi pernyataan resmi IRGC yang dikutip AFP.
Selain Bahrain, Iran juga menyerang Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti di Al-Azraq Yordania menggunakan rudal jarak jauh serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait. IRGC mengklaim empat sasaran utama berhasil dihancurkan, termasuk hanggar jet tempur F-35 dan pusat komando kendali militer AS di Yordania.
Pemantik: Apache Jatuh dan Serangan AS ke Hormuz
Eskalasi ini bermula dari jatuhnya helikopter Apache milik AS di Selat Hormuz pada Selasa (9/6/2026). Trump menyatakan AS harus membalas tindakan tersebut dan tidak lama kemudian CENTCOM melancarkan serangan udara ke fasilitas-fasilitas Iran di Jask, Sirik, dan Qeshm di selatan Iran.
Komando militer Iran Khatam al-Anbiya menuduh AS melancarkan serangan ilegal dan memperingatkan serangan “lebih berat dan lebih luas” akan dilancarkan jika Washington melanjutkan agresinyai terhadap Iran.
Respons Tiga Negara: Sirene Berbunyi
Di Yordania, militer menyatakan berhasil mencegat dan menembak jatuh lima rudal Iran yang mengarah ke Al-Azraq, dengan serpihan jatuh ke daratan tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerusakan material.
Kuwait mengonfirmasi wilayah udaranya sedang menghadapi serangan dan sistem pertahanan udara mereka aktif mencegat target-target bermusuhan. “Komando Umum Angkatan Darat Kuwait mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara Kuwait saat ini sedang mencegat target-target udara yang bersifat bermusuhan sesuai prosedur operasional yang telah disetujui,” bunyi pernyataan militer Kuwait.
Di Bahrain, sirene berbunyi dan Kementerian Dalam Negeri meminta warga untuk tetap tenang dan menuju tempat aman.
Drone MQ-9 Ditembak Jatuh di Langit Iran
Di sisi lain, Iran mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah drone MQ-9 Reaper milik AS di langit Kota Jam, Iran.
Analis: Doktrin Pertahanan Baru Teheran
Wakil Presiden Eksekutif Quincy Institute for Responsible Statecraft Trita Parsi menilai respons cepat Iran kali ini mengindikasikan adanya doktrin baru dalam strategi pertahanan Teheran setiap serangan AS akan segera dibalas tanpa jeda waktu yang panjang.
Dengan siklus aksi-reaksi yang kini berputar semakin cepat dan perundingan damai yang terus tersandung, kawasan Timur Tengah bergerak menuju titik di mana satu insiden kecil bisa memicu eskalasi yang jauh sulit dikendalikan.
#IranSerangAS #GempuranBahrain #PangkalanASYordania #IRGCSerangan #AlAzraqAirbase #Armada5AS #DroneIran #RudalIran #SelasHormuz #ApacheJatuh #MQ9Reaper #KonflikIranAS #EskalasiBaru #TimurTengahMembara #PerangIran2026






