GUS IPUL: BANSOS BUKAN TUJUAN AKHIR

Fokus, Nasional419 Dilihat

 

Bantuan sosial bukan untuk membuat masyarakat bergantung, tapi menjadi pijakan menuju kemandirian. Itulah pesan kuat yang disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Pemerintah, kata Gus Ipul, kini tengah menggeser arah kebijakan dari sekadar penyaluran bantuan menjadi pemberdayaan masyarakat—khususnya bagi penerima bansos yang masih berada di usia produktif.

“Presiden Prabowo memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan. Kita tidak ingin masyarakat hanya menunggu bantuan. Kalau tidak diiringi pemberdayaan, bansos bisa membuat orang kehilangan motivasi,” ujarnya.

Langkah itu, lanjut Gus Ipul, sejalan dengan arahan Presiden yang telah membentuk kementerian koordinator khusus bidang pemberdayaan masyarakat. Ini menjadi sinyal jelas bahwa pemerintah ingin mengubah paradigma bantuan: dari “memberi ikan” menjadi “mengajarkan cara menangkap ikan”.

Menurut Mensos, bentuk pemberdayaan yang akan digulirkan tidak hanya berupa dana, tapi juga pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, hingga fasilitasi kerja. “Kalau penerima bansos ingin bekerja di perusahaan tertentu, bisa ikut pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan atau Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan mereka,” tutur Gus Ipul.

Pemerintah kini tengah menyiapkan integrasi antarprogram pemberdayaan agar penerima manfaat bansos bisa langsung tersambung ke skema peningkatan ekonomi. Tujuannya jelas: agar mereka dapat lepas dari ketergantungan bantuan dan tumbuh menjadi keluarga mandiri.

“Intinya, kami ingin mengubah mindset penerima bansos. Yang sehat dan produktif harus punya semangat berdaya, bukan menunggu bantuan datang,” tegasnya.

Namun, Gus Ipul menegaskan tidak semua penerima bansos bisa sepenuhnya keluar dari sistem bantuan. Ada kelompok rentan seumur hidup seperti lansia dan penyandang disabilitas yang tetap akan dilindungi negara melalui program jaminan sosial berkelanjutan.

“Itu wajar. Negara harus hadir untuk mereka. Tapi bagi yang masih muda, sehat, dan punya tenaga, mari sama-sama bangkit. Pemerintah siap mendukung lewat program pemberdayaan yang konkret,” ujarnya.

Dengan arah baru ini, pemerintah ingin menjadikan bansos bukan sebagai tongkat permanen, melainkan tangga menuju kemandirian. Indonesia tengah menata ulang fondasi sosialnya: dari budaya menerima bantuan, menuju budaya berdaya.

#Bansos #GusIpul #SaifullahYusuf #PemberdayaanMasyarakat #Kemensos #PrabowoSubianto #EkonomiKerakyatan #KemandirianRakyat #ProgramPemerintah #BantuanSosial