BERAS JADI PENYELAMAT INFLASI: TITIK BALIK STABILITAS HARGA PANGAN NASIONAL

Ekonomi, Fokus292 Dilihat

 

Di tengah tekanan global akibat lonjakan harga emas dunia, kabar baik datang dari dapur rakyat Indonesia. Beras, komoditas yang selama ini kerap memicu inflasi, justru berbalik arah—menjadi peredam inflasi nasional pada Oktober 2025.

“Alhamdulillah, beras menjadi peredam inflasi bulan ini. Ini menunjukkan kinerja positif dari seluruh pihak, terutama di sektor pangan, dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan,” ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Rabu (5/11).

Pernyataan Tito didukung data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat harga beras nasional mengalami deflasi pada Oktober 2025. Fenomena ini menjadi angin segar bagi ekonomi domestik, menandakan kerja sama erat antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor pertanian dalam menjaga pasokan pangan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, dari 38 provinsi, 23 provinsi mengalami deflasi beras, tiga provinsi stabil, dan hanya 12 provinsi yang mencatat kenaikan harga. “Ketersediaan beras di lapangan cukup terjaga, pasokan meningkat, produksi petani stabil,” kata Amalia.

Tren ini menjadi menarik karena beras, yang biasanya menjadi pemicu inflasi pada akhir tahun, kini justru menahan lajunya. Berdasarkan catatan historis, Oktober 2022 dan 2023 mencatat inflasi beras, sementara pada Oktober 2021, 2024, dan 2025 justru terjadi deflasi.

Secara keseluruhan, inflasi Oktober 2025 tercatat 0,28 persen dengan inflasi tahunan sebesar 2,86 persen, angka yang masih aman di bawah target pemerintah.

Sektor pangan kembali menunjukkan daya tahan luar biasa. Deflasi beras pada bulan ini bahkan lebih dalam dibanding bulan sebelumnya. Kondisi ini berhasil menahan kenaikan harga dari komoditas lain, seperti emas perhiasan dan bahan bakar.

Tito menegaskan, stabilitas harga pangan tak lepas dari koordinasi erat lintas sektor. “Pangan kita genjot terus biar harga bagus dan ketersediaan bagus. Kami mohon dukungan dari Menteri Pertanian yang memperkuat sektor ini,” ujarnya.

Dengan keberhasilan ini, pemerintah berencana memperluas strategi pengendalian harga ke komoditas lain yang rawan fluktuasi, seperti cabai, bawang, dan daging ayam.

Ketika dunia bergulat dengan ketidakpastian ekonomi, Indonesia justru menunjukkan bahwa ketahanan pangan bisa menjadi benteng stabilitas nasional. Beras bukan lagi sumber kekhawatiran—ia kini menjadi penjaga keseimbangan ekonomi rakyat.

#Beras #InflasiIndonesia #BPS #TitoKarnavian #PanganNasional #DeflasiBeras #EkonomiIndonesia #HargaPangan #StabilitasHarga #KetahananPangan