Api Masih Membara Kalimantan Tengah Minta Bantuan Water Bombing

Ekonomi, Fokus, Nasional126 Dilihat

PALANGKA RAYA — Kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, dengan asap pekat dari lahan gambut yang terbakar terus membahayakan kesehatan jutaan warga di berbagai wilayah. Kondisi terparah terlihat di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, yang menjadi sorotan khusus Presiden Prabowo Subianto.

Pengelola Taman Nasional Tanjung Puting telah dua kali mengajukan permohonan operasi pengeboman air atau water bombing dari udara kepada pemerintah pusat, yakni pada 2 Oktober 2026 untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan, disusul surat susulan pada 9 Oktober 2026 guna menambah sasaran pemadaman di kawasan Pos Tanjung Harapan, Resor Pesalat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa total luas karhutla yang masih ditangani di enam provinsi prioritas lahan gambut, yakni Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau, tercatat mencapai 639,23 hektare.

Sepanjang 2026, dampak karhutla di Kalimantan telah tercatat sangat luas. Kalimantan Barat menjadi provinsi paling parah terdampak dengan total lahan terbakar lebih dari 48 ribu hektare hingga September, disusul Kalimantan Selatan dengan 12.339,74 hektare lahan terbakar dan 17.093 titik panas per awal September, serta Kalimantan Timur mencatat 5.708,96 hektare lahan terbakar sepanjang tahun berjalan.

Dampak kesehatan akibat paparan asap pun tidak main-main. Di Kalimantan Barat saja, Dinas Kesehatan setempat mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut mencapai 62.278 orang selama periode akhir Juni hingga awal September 2026. Konsentrasi partikel polutan PM2.5 di sejumlah titik bahkan sempat menembus angka 389,4 mikrogram per meter kubik pada pertengahan Agustus, masuk kategori berbahaya bagi kesehatan manusia. Kementerian Kesehatan mencatat sedikitnya empat orang meninggal dunia dan 347 lainnya mengalami luka-luka sebagai dampak langsung bencana karhutla sepanjang tahun ini, sementara sejumlah petugas pemadam maupun relawan dilaporkan turut berpulang akibat paparan asap berkepanjangan selama bertugas di lapangan.

Guna mengatasi krisis berkepanjangan ini, pemerintah daerah di berbagai provinsi Kalimantan telah memperpanjang status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla hingga akhir Oktober 2026. Menteri Kehutanan mengungkap bahwa sejauh ini sudah ada 29 pelaku pembakaran lahan yang ditetapkan sebagai tersangka, mayoritas berasal dari Riau, sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap pihaknya telah menangkap 12 pelaku pembakaran hutan dan lahan khusus di wilayah Kalimantan.

Di tengah upaya pemadaman yang terus berlangsung, warga di berbagai kota seperti Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masih harus berjuang menjalani aktivitas sehari-hari di bawah kepungan asap tebal yang menyelimuti langit, sembari menanti kabar baik berupa turunnya hujan yang diharapkan dapat membantu memadamkan sisa titik api yang masih membara di berbagai penjuru Pulau Kalimantan.

#KarhutlaKalimantan #KabutAsap #BNPB #TanjungPuting #ISPA #PrabowoSubianto #WaterBombing #SiagaDaruratKarhutla #KualitasUdara #BeritaNasional