Menkeu Sebut Agenda AS Kuasai Hormuz Jadi Beban APBN

Ekonomi, Fokus, Nasional206 Dilihat

JAKARTA — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyoroti dampak langsung ketegangan geopolitik global terhadap perhitungan fiskal negara, khususnya terkait ambisi Amerika Serikat menguasai Selat Hormuz sekaligus melancarkan serangan terhadap negara lain di kawasan tersebut. Pandangan ini disampaikannya dalam ajang Investor Daily Summit 2026 di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Oktober 2026.

Suahasil menegaskan bahwa dinamika kebijakan fiskal pemerintah Indonesia tidak bisa dilepaskan dari gejolak geopolitik dunia yang terus berlangsung. Ia secara eksplisit menyebut Washington memiliki agenda tersendiri untuk mengambil alih kendali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz sembari menyerang negara-negara lain, sembari menambahkan bahwa ketegangan serupa juga masih terus terjadi di kawasan Eropa.

Menurut Suahasil, rentetan ketegangan geopolitik ini turut mendorong fragmentasi perdagangan dunia, sebuah tren yang menurutnya harus menjadi perhatian serius mengingat hampir seluruh negara, termasuk Indonesia, masih sangat bergantung pada pasokan barang dan jasa dari negara lain. Ia menegaskan bahwa pada akhirnya, pihak yang paling merasakan dampak dari gejolak global semacam ini adalah masyarakat pembayar pajak, karena pendapatan negara dari sektor perpajakan kerap harus dialokasikan untuk menutup selisih biaya subsidi akibat lonjakan harga komoditas global, termasuk energi.

Meski menyoroti berbagai tantangan eksternal tersebut, Suahasil tetap menegaskan optimismenya terhadap fondasi perekonomian domestik. Ia memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2026 mencapai 5,29 persen, angka yang menurutnya lebih tinggi dibanding capaian rata-rata negara-negara anggota G20 lainnya di tengah tekanan ekonomi global yang serupa.

Pernyataan Menteri Keuangan ini menambah daftar panjang sorotan pejabat pemerintah Indonesia terhadap konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026, sekaligus menegaskan bagaimana perebutan kendali atas Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi tersibuk di dunia, terus menjadi variabel penting yang diperhitungkan otoritas fiskal dalam menyusun kebijakan anggaran negara ke depan.

Dengan terus bergejolaknya situasi di Timur Tengah maupun Eropa, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, guna mengantisipasi berbagai skenario ketidakpastian global yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga energi maupun pasokan kebutuhan pokok dalam negeri di masa mendatang.

#SuahasilNazara #SelatHormuz #KementerianKeuangan #KonflikASIran #InvestorDailySummit2026 #EkonomiIndonesia #GeopolitikGlobal #APBN #PertumbuhanEkonomi #BeritaEkonomi