Mendag Anggap Enteng Gelombang Boikot Produk RI di Malaysia

Ekonomi, Fokus, Nasional335 Dilihat

JAKARTA — Menteri Perdagangan Budi Santoso menanggapi santai gelombang seruan boikot terhadap produk asal Indonesia yang ramai menyebar di media sosial Malaysia belakangan ini. Ia menegaskan hubungan dagang kedua negara tetap berjalan normal tanpa terganggu sedikit pun.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi usai membuka kegiatan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi 2026 di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. Menurutnya, fenomena ini hanya bersifat sementara dan pemerintah telah berkomunikasi langsung dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia, dengan hasil tidak ditemukan persoalan serius yang perlu dikhawatirkan.

Gelombang seruan boikot ini bermula dari unggahan sebuah akun Threads berinisial @mee.zsa, yang mengajak warganet Malaysia untuk ramai-ramai menolak produk makanan, minuman, maupun waralaba asal Indonesia yang beroperasi di negeri jiran. Daftar yang disasar cukup panjang, mencakup merek-merek populer seperti Indomie, Kopi Kenangan, J.Co Donuts, Garuda Indonesia, hingga produk perlengkapan luar ruang Eiger. Tidak berhenti pada produk fisik semata, sentimen negatif ini turut merambah industri kreatif, dengan seruan pembatasan terhadap pemutaran musik, penyelenggaraan konser, serta kemunculan musisi dan artis asal Indonesia di Malaysia.

Momentum munculnya seruan ini bersamaan dengan panasnya persaingan sepak bola antara Timnas Indonesia dan Malaysia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026, usai Indonesia berhasil melaju ke babak final turnamen tersebut. Meski demikian, salah satu pengunggah dalam cuitannya menegaskan bahwa alasan di balik seruan boikot ini bukan dipicu hasil pertandingan sepak bola semata, melainkan dugaan unggahan warganet yang dinilai menghina Raja Malaysia serta mantan pemimpin negara tersebut.

Budi menekankan bahwa gejolak di ruang digital semacam ini tidak serta-merta mencerminkan sikap resmi pemerintah Malaysia terhadap Indonesia. Ia menegaskan sejauh pemantauan pihaknya, aktivitas perdagangan antara kedua negara masih berjalan seperti biasa, tanpa indikasi gangguan berarti terhadap arus ekspor maupun impor komoditas antarkedua negara.

Meski Mendag menilai isu ini akan segera mereda dengan sendirinya, perkembangan sentimen publik lintas negara semacam ini tetap menjadi perhatian penting bagi pelaku usaha Indonesia yang memiliki jejaring bisnis di Malaysia, mengingat besarnya ketergantungan sejumlah merek nasional terhadap pasar konsumen di negara tetangga tersebut untuk menopang ekspansi bisnis mereka ke depan.

#BoikotProdukRI #Malaysia #MendagBudiSantoso #IndomieKenangan #FIFAASEANCup2026 #PerdaganganIndonesiaMalaysia #KBRI #EigerIndonesia #SentimenMediaSosial #BeritaEkonomi