JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan susunan kepengurusan masa khidmah 2026-2031, dengan jumlah pengurus yang tercatat membengkak signifikan dibanding periode sebelumnya. Pengumuman disampaikan langsung Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu malam, 30 September 2026.
Gus Kikin mengungkap bahwa total jajaran pengurus PBNU hasil Muktamar Lampung periode 2021-2026 sebelumnya berjumlah 189 orang, sementara struktur baru kali ini mencapai 210 orang, atau bertambah 21 orang. Ia menjelaskan penambahan tersebut sengaja dilakukan demi mewujudkan pemerataan keterwakilan dari berbagai unsur organisasi maupun wilayah di Indonesia, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi proses regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
Struktur kepengurusan ini merupakan hasil kerja tim formatur beranggotakan sembilan orang, terdiri dari enam perwakilan wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia, satu perwakilan Jawa Timur selaku tuan rumah Muktamar, ditambah Rais Aam dan Ketua Umum terpilih sendiri. Rais Aam KH Miftachul Akhyar bertindak sebagai ketua formatur, sementara Gus Kikin menjabat sekretaris tim tersebut selama proses penyusunan berlangsung.
Dalam jajaran inti Tanfidziyah, posisi Wakil Ketua Umum diisi tujuh figur sekaligus, yakni Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang juga menjabat Menteri Sosial, Muhammad Faiz Syukron, Ganefri, Muhammad Lukman Edy, Abdul Ghoffar Rozin atau Gus Rozin, Juri Ardiantoro, dan Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang. Posisi Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Gudfan Arif atau Gus Gudfan, sementara kursi Bendahara Umum diisi Ainun Na’im. Susunan lengkap kepengurusan ini dibacakan langsung oleh Katib Aam PBNU sekaligus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh.
Struktur baru ini turut diisi sejumlah nama besar lain, termasuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ma’ruf Amin yang didapuk sebagai Mustasyar. Gus Kikin menegaskan bahwa unsur badan otonom seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, dan Gerakan Pemuda Ansor turut mendapat perhatian khusus dalam penyusunan komposisi kepengurusan kali ini.
Usai pengumuman, Gus Kikin mengungkap bahwa jajaran pengurus baru tersebut telah diperkenalkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada siang harinya, sebagai bagian dari upaya membangun silaturahmi dan sinergi antara kepemimpinan baru NU dengan pemerintah. Ia menegaskan seluruh jajaran pengurus akan langsung mulai menjalankan tugas dan pengabdian organisasi sejak keesokan harinya.
#PengurusPBNU #GusKikin #PBNU20262031 #GusIpul #GusGudfan #MiftachulAkhyar #JusufKalla #MaarufAmin #NahdlatulUlama #BeritaKeagamaan






