JAKARTA — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026, hanya sepekan setelah resmi dilantik menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemanggilan ini diduga kuat berkaitan dengan penghitungan anggaran untuk mewujudkan komitmen Presiden menggratiskan biaya pendidikan di sekolah negeri dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
Saat ditemui awak media usai kedatangannya, Suahasil belum bersedia membocorkan detail agenda pertemuannya dengan Presiden. Ia hanya menjawab singkat bahwa pembahasan akan dilakukan lewat rapat terlebih dahulu, sebelum dirinya bersedia memberi keterangan lebih lanjut kepada wartawan. Ia juga masih enggan berkomentar terkait skema pembiayaan program pendidikan gratis di seluruh jenjang sekolah negeri yang sebelumnya diumumkan Presiden.
Pertemuan ini berlangsung tak lama setelah Prabowo menegaskan komitmennya agar pemerintah menyelenggarakan pendidikan tanpa biaya bagi siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga mahasiswa perguruan tinggi negeri. Sekretaris Kabinet turut menegaskan bahwa arah kebijakan ini lahir dari keyakinan bahwa setiap anak Indonesia berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya, mengingat pendidikan merupakan hak dasar warga negara.
Kehadiran Suahasil di Istana ini menjadi salah satu agenda kerja awalnya sebagai Menteri Keuangan, setelah resmi dilantik Presiden Prabowo pada Senin, 14 September 2026, menggantikan Purbaya yang hanya menjabat sekitar satu tahun. Sejak dilantik, Suahasil telah mulai menata ulang sejumlah kebijakan warisan pendahulunya, termasuk melantik 14 pejabat baru di lingkungan Kementerian Keuangan dan menyoroti proses rotasi pejabat yang sempat menuai kritik internal.
Wacana pendidikan gratis di seluruh jenjang sekolah negeri ini sendiri turut menuai respons beragam dari kalangan legislatif. Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pentingnya mempertimbangkan terlebih dahulu kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebelum kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan, mengingat implikasi fiskalnya yang cukup besar bagi struktur anggaran pendidikan nasional ke depan.
Publik kini menanti kejelasan lebih lanjut soal skema pembiayaan konkret dari rencana besar pendidikan gratis ini, termasuk sumber pendanaan, tahapan implementasi, serta dampaknya terhadap postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun-tahun mendatang, mengingat program semacam ini membutuhkan alokasi dana yang signifikan mengingat skala populasi pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sangat besar.
#SuahasilNazara #PrabowoSubianto #PendidikanGratis #IstanaKepresidenan #KementerianKeuangan #APBN #PurbayaYudhiSadewa #PuanMaharani #KebijakanPendidikan #BeritaEkonomi






