Krisis Chip Memori Global Memanas: China Genjot Produksi ByteDance Kembangkan Chip Sendiri

Jakarta – Satu komponen kecil tengah menggoyang seluruh ekosistem teknologi dunia. Krisis kelangkaan chip memori yang meledak sejak akhir 2025 kini semakin menggila di 2026 mendorong harga smartphone, meledakkan biaya infrastruktur AI, dan mengubah peta persaingan teknologi global secara dramatis. Dan China tidak mau sekadar jadi penonton.

Biang Keladi: AI Lahap Semua Chip

Krisis dipicu oleh ketimpangan antara permintaan dan kapasitas produksi. Para produsen chip berlomba memenuhi permintaan chip berkinerja tinggi untuk AI karena lebih menguntungkan. Akibatnya chip konvensional untuk perangkat elektronik dikesampingkan. Di saat bersamaan permintaan chip AI dan chip konvensional sama-sama melonjak sehingga kelangkaan tak terelakkan.

Dampaknya paling terasa pada smartphone kelas bawah. Produsen chip mengalihkan kapasitas ke chip terkait AI sehingga perangkat kelas bawah menjadi kurang ekonomis untuk diproduksi. Tren kenaikan harga sudah terasa di Indonesia sejak Maret hingga April 2026 dan berdampak pada hampir seluruh kategori perangkat elektronik.

Secara spesifik, DRAM kini menyumbang sekitar sepertiga dari total biaya produksi smartphone. Jika digabungkan dengan NAND, total biaya memori melampaui 50 persen dari keseluruhan ongkos produksi sebuah ponsel memaksa Qualcomm dan MediaTek memangkas pesanan chip 4nm mereka dalam jumlah puluhan juta unit.

China Bergerak Cepat: CXMT dan YMTC Ekspansi Masif

Dua produsen chip memori China langsung mengambil momentum. CXMT yang berspesialisasi pada DRAM berencana membangun fasilitas manufaktur baru di Shanghai dengan kapasitas 2 hingga 3 kali lipat lebih besar dari pabrik Hefei yang sudah berjalan di kapasitas 180.000 wafer per bulan. YMTC yang fokus pada NAND juga bersiap melakukan ekspansi serupa. CXMT saat ini merupakan pemain DRAM keempat dunia dengan estimasi pangsa pasar 11,1 persen secara global.

Hasilnya sudah terlihat: CXMT memproyeksikan pendapatan semester pertama 2026 mencapai 110 hingga 120 miliar yuan atau setara Rp285 hingga Rp311 triliun.

ByteDance Ambil Langkah Berani: Chip AI Sendiri

ByteDance induk TikTok tengah mengembangkan chip AI mandiri berkode nama SeedChip dan berdiskusi dengan Samsung Electronics sebagai mitra manufaktur. ByteDance menargetkan produksi sampel chip pada akhir Maret dengan rencana memproduksi setidaknya 100.000 unit chip untuk inferensi AI, yang kemudian ditingkatkan bertahap hingga 350.000 unit.

Untuk keseluruhan tahun ini ByteDance mengalokasikan lebih dari 160 miliar yuan atau sekitar Rp388 triliun untuk pengadaan terkait AI lebih dari setengahnya untuk membeli chip Nvidia termasuk model H200 dan mengembangkan chip internalnya sendiri.

AS Tertinggal di Medan Baru

Pengiriman smartphone global turun 4 hingga 6 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026 menurut IDC dan Counterpoint. Pengamat industri memperkirakan kelangkaan pasokan berlanjut hingga 2027.

Bagi perusahaan teknologi China, sanksi ekspor AS yang melarang penjualan chip tercanggih ke China justru mempercepat dorongan kemandirian semikonduktor. Sementara AS masih bergantung pada siklus ekspor kontrolnya untuk menahan laju teknologi China, Beijing sudah membangun fondasi alternatif yang kian kokoh.

#KrisisChipMemori2026 #DRAM #ByteDanceSeedChip #CXMT #YMTC #NvidiaH200 #KrisisSemikonduktor #AIChip #ChinaChip #TeknologiChina #KelangkaanChip #SmartphoneMahal #IndustriTeknologi #PerangChip #GeopolitikTeknologi