Teheran – Markas besar militer Iran mengambil langkah yang tidak biasa mengeluarkan peringatan evakuasi langsung kepada warga sipil di wilayah Israel utara. Pesan itu sederhana namun sangat serius: jika Israel menyerang pinggiran selatan Beirut, Israel utara akan menjadi medan perang berikutnya.
Markas Pusat Khatam al-Anbiya mengeluarkan peringatan yang ditujukan langsung kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa serangan besar-besaran Israel terhadap kawasan pinggiran selatan Beirut akan memicu respons yang akan “membawa pertempuran” ke kota-kota dan permukiman di Israel utara. Pernyataan itu juga menyerukan kepada penduduk Israel utara untuk meninggalkan wilayah mereka.
Dalam pernyataan resminya, Jenderal Mayor Ali Abdollahi, komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, menegaskan: “Mengingat pelanggaran berulang rezim ini terhadap gencatan senjata, kami memperingatkan penduduk bagian utara dan permukiman militer di wilayah pendudukan. Jika mereka tidak ingin terluka, tinggalkan daerah tersebut.”
Peringatan itu muncul menyusul laporan bahwa Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz telah menginstruksikan militer untuk mempersiapkan serangan intensif terhadap apa yang disebut pejabat Israel sebagai posisi kunci Hizbullah di kawasan pinggiran selatan Beirut, yakni distrik Dahiyeh.
Dahiyeh bukan wilayah sembarangan. Kawasan padat penduduk di selatan Beirut itu selama bertahun-tahun menjadi basis logistik, komando, dan politik Hizbullah. Serangan Israel ke sana pada masa konflik-konflik sebelumnya selalu berujung pada eskalasi besar-besaran.
Netanyahu memerintahkan serangan militer pada Senin (1/6) terhadap Dahiyeh dan Beirut, menyebutnya sebagai respons atas “pelanggaran berulang” Hizbullah terhadap gencatan senjata yang sedang berjalan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga angkat bicara dengan peringatan yang tajam melalui akun X-nya: “Untuk perhatian segera: Gencatan senjata antara Iran dan AS secara tegas adalah gencatan senjata di semua front, termasuk di Lebanon. Pelanggaran di satu front akan merupakan pelanggaran terhadap seluruh pengaturan gencatan senjata yang lebih luas.”
Pernyataan Araghchi mempertegas posisi Teheran: bagi Iran, konflik Israel-Hizbullah di Lebanon tidak bisa dipisahkan dari kerangka gencatan senjata yang sedang dinegosiasikan dengan Washington. Setiap bom yang jatuh di Dahiyeh adalah ancaman langsung terhadap seluruh proses perdamaian.
Ancaman Iran tidak berhenti di Lebanon. Komandan Pasukan Quds IRGC Esmail Qaani secara eksplisit mengancam akan memblokir Selat Bab el-Mandeb jalur vital yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Merah dan Mediterania jika Israel terus menyerang Lebanon dan Gaza.
Ancaman itu menempatkan dua arteri pelayaran global sekaligus dalam bahaya: Selat Hormuz yang sudah terbatas operasinya, dan kini Bab el-Mandeb yang melayani arus komoditas dari Asia ke Eropa. Jika keduanya terganggu bersamaan, dunia berhadapan dengan krisis pasokan energi dan perdagangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Di tengah saling ancam antara kekuatan militer, rakyat Lebanon menanggung beban yang semakin tidak tertahankan. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan sangat prihatin atas meningkatnya serangan Israel, sementara Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan adanya “darurat kemanusiaan yang semakin dalam” di Lebanon.
Sejak 2 Maret 2026, total korban jiwa akibat serangan Israel di Lebanon telah mencapai sedikitnya 3.468 orang.
Di tengah kekacauan diplomasi, Qatar bekerja sama dengan AS selama akhir pekan dan melanjutkannya pada Senin untuk mendorong de-eskalasi di Lebanon selatan dan membantu mempertahankan gencatan senjata yang sudah sangat rapuh itu. Pejabat Qatar terus terlibat dengan mitra Amerika dalam upaya mencegah operasi yang direncanakan Israel agar tidak berjalan.
Hasilnya masih sangat tidak menentu. Israel menahan diri untuk tidak menyerang Dahiyeh untuk saat ini. Tapi ancaman tetap ada, gencatan senjata tetap rapuh, dan peringatan evakuasi dari Teheran kepada warga Israel utara sudah cukup untuk menggambarkan betapa dekatnya kawasan ini dengan jurang perang total.
#IranPeringatkan #KhatamAlAnbiya #DahiyehBeirut #EvakuasiIsraelUtara #AliAbdollahi #AragnchiIran #BabElMandeb #HormuzKedua #HizbullahIsrael #PerangLebanon #NetanyahuDahiyeh #GencatanSenjataRapuh #PBBLebanon #WFPLebanon #KrisisKemanusiaan #QatarMediasi #IRGCQaani #EskalasiMiliter #TimurTengahMemanas #PerangIran2026






