Iran Hantam DK PBB Sebagai Badan yang Kehilangan Legitimasi — Veto AS Terus Lindungi Israel dari Pertanggungjawaban

Fokus, Internasional82 Dilihat

Teheran – Di gedung berlantai banyak di tepi East River Manhattan, Dewan Keamanan PBB kembali menanggung malu. Sidang darurat yang digelar untuk menyikapi eskalasi militer Israel di Lebanon berakhir tanpa hasil yang berarti dan Iran tidak menyia-nyiakan momentum itu untuk menuntaskan kemarahan yang sudah lama menggumpal terhadap lembaga tertinggi keamanan dunia tersebut.

Utusan Iran di PBB tidak berbasa-basi dalam sidang yang digelar menyusul eskalasi terbaru Israel di Lebanon. Ia menyebut langsung bahwa lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan perdamaian dunia itu justru telah berubah menjadi perisai diplomatik bagi Israel untuk terus berperang tanpa konsekuensi hukum.

“Hari ini adalah kemunduran serius bagi kredibilitas Dewan Keamanan dan meninggalkan noda abadi dalam catatannya,” kata delegasi Iran di hadapan Dewan. “Negara yang bertanggung jawab atas perang agresi brutal terhadap negara kami Amerika Serikat duduk di sini sebagai Presiden Dewan, menyalahgunakan posisinya sambil menghalangi setiap upaya untuk mengakhiri perang barbar ini.”

Kecaman Iran bukan tanpa dasar historis. Sejak konflik di Lebanon dan Gaza meledak, setiap resolusi yang bertujuan meminta pertanggungjawaban Israel selalu kandas di tangan veto Amerika Serikat. Sementara itu, DK PBB justru berhasil mengesahkan resolusi yang mengecam serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk.

Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2817 (2026) dengan suara 13 mendukung dan 2 abstain dari China dan Rusia. Resolusi itu mengecam serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania — namun tidak menyebut sepatah kata pun tentang serangan AS-Israel yang memulai seluruh rangkaian konflik ini.

Perwakilan China yang abstain menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel memulai serangan militer terlebih dahulu sebuah fakta yang diabaikan begitu saja dalam teks resolusi.

Kritik terhadap kelumpuhan DK PBB tidak hanya datang dari Iran. Para pakar hak asasi manusia PBB sendiri sudah lebih dulu menyuarakan kegagalan institusional yang sama.

Para ahli HAM PBB menyesalkan kegagalan Dewan Keamanan dalam memenuhi tanggung jawabnya terhadap perdamaian dan keamanan internasional di kawasan. “Kelalaian ini secara tidak dapat dipulihkan sedang mendorong dunia menuju jurang kehancuran,” kata mereka dalam pernyataan bersama.

Para pakar HAM PBB sebelumnya juga telah mengecam serangan militer yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional. “Serangan tanpa provokasi oleh AS dan Israel yang dilancarkan di tengah negosiasi diplomatik dan tanpa otorisasi dari Dewan Keamanan melanggar larangan mendasar penggunaan kekuatan, kesetaraan kedaulatan, integritas teritorial, dan kewajiban menyelesaikan sengketa secara damai berdasarkan Pasal 2 Piagam PBB,” demikian pernyataan mereka.

Di balik perdebatan hukum yang berlangsung di New York, rakyat Lebanon menanggung kenyataan yang jauh lebih pahit.

Para pakar PBB mengecam eskalasi permusuhan Israel di Lebanon yang kemungkinan besar merupakan tindakan agresi yang tidak bertanggung jawab. “Perintah yang dikeluarkan kepada penduduk Lebanon selatan dan selatan Beirut untuk meninggalkan rumah mereka adalah tindakan yang secara terang-terangan ilegal. Dikombinasikan dengan pengeboman berat dan tidak pandang bulu, perintah ini telah mengakibatkan pengungsian paksa setidaknya 700.000 orang yang akan merupakan kejahatan perang lainnya.”

Dalam sidang DK PBB yang mengulas kondisi Lebanon, seorang pejabat senior PBB menggambarkan Lebanon sebagai negara yang “kelelahan karena perang orang lain” sebuah frasa yang menangkap dengan tepat derita bangsa yang sudah terlalu lama menjadi arena konflik kepentingan kekuatan-kekuatan besar.

Sejumlah negara Timur Tengah dan Eropa mengecam aksi militer Israel dan menyerukan solusi diplomatik. Negara-negara itu termasuk Arab Saudi, Qatar, Inggris, Portugal, dan beberapa lainnya. Namun kecaman verbal itu tidak diterjemahkan menjadi langkah konkret di Dewan Keamanan.

Sementara dunia berharap DK PBB berfungsi sebagai rem terakhir sebelum konflik meledak sepenuhnya, kenyataan di New York mengungkap kebenaran yang lebih suram: selama satu negara anggota tetap memiliki hak veto dan menggunakannya secara konsisten untuk satu pihak, Dewan Keamanan tidak akan pernah menjadi penengah yang adil ia hanya akan menjadi panggung sandiwara dengan akhir yang sudah dapat ditebak.

#IranKecamPBB #DKPBBGagal #VetoAmerika #IsraelAkuntabilitas #ResolusiPBB2817 #LebanonKrisis #700RibuPengungsi #PakarHAMPBB #OHCHRIran #AraghchiPBB #PerangIran2026 #HukumInternasional #PiagamPBB #DiplomsiPBB #DKPBBLegitimasi #TimurTengahKrisis #ISraelLebanon #PerdamaianDunia #GeopolitikGlobal #VetoISrael