Jakarta — Gangguan perjalanan KRL Commuter Line kembali terjadi akibat genangan air yang merendam jalur rel di sekitar Stasiun Pondok Ranji. Dampaknya, operasional kereta di lintas KRL Commuterline Tanah Abang–Rangkasbitung harus mengalami penyesuaian sementara demi keselamatan perjalanan.
Pihak KAI Commuter menyebutkan bahwa genangan air yang cukup tinggi membuat jalur tidak dapat dilalui secara normal. Selain itu, gangguan juga terjadi pada sistem kelistrikan atas (Listrik Aliran Atas/LAA), yang semakin memperparah kondisi operasional.
Sebagai langkah darurat, pola perjalanan kereta diubah sementara:
Kereta dari arah Rangkasbitung atau Parung Panjang hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Serpong
Sementara dari arah Stasiun Tanah Abang hanya beroperasi sampai Stasiun Kebayoran
Kebijakan ini diambil untuk menghindari risiko perjalanan di jalur yang terdampak banjir serta gangguan listrik.
Tidak hanya genangan air, kendala lain juga berasal dari gangguan pada jaringan listrik atas yang sempat mengalami percikan dan menyebabkan aliran listrik harus dimatikan sementara. Kondisi ini membuat sebagian lintas tidak bisa dilalui sama sekali dalam beberapa waktu.
Akibatnya, perjalanan KRL di jalur tersebut sempat terhenti total sebelum akhirnya dilakukan rekayasa operasional.
Gangguan ini berdampak langsung pada penumpang, terutama di stasiun-stasiun besar seperti Stasiun Tanah Abang yang dikenal sebagai salah satu titik tersibuk di jaringan KRL.
Banyak pengguna jasa harus menunggu lebih lama dari biasanya karena jadwal kereta terganggu dan jumlah perjalanan berkurang.
Petugas gabungan dari KAI dan operator commuter terus melakukan penanganan di lapangan, mulai dari perbaikan sistem listrik hingga pemantauan ketinggian air di jalur rel.
Seiring kondisi mulai membaik, genangan air dilaporkan berangsur surut dan perjalanan KRL perlahan kembali normal, meskipun masih diberlakukan pembatasan kecepatan di beberapa titik demi keamanan.
Operator mengimbau masyarakat untuk:
Selalu mengikuti arahan petugas di stasiun
Memantau informasi terbaru melalui aplikasi resmi dan media sosial
Mengantisipasi keterlambatan perjalanan
Langkah ini penting untuk memastikan keselamatan serta kelancaran mobilitas di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.
Insiden ini kembali menunjukkan betapa rentannya sistem transportasi perkotaan terhadap cuaca ekstrem. Kombinasi banjir dan gangguan listrik tidak hanya menghambat perjalanan, tetapi juga berdampak luas pada aktivitas masyarakat.
Dengan jalur KRL Commuterline Tanah Abang–Rangkasbitung sebagai salah satu rute tersibuk, setiap gangguan kecil bisa berdampak besar bagi ribuan penumpang.






