KORBAN HILANG BENCANA HIDROMETEOROLOGI ACEH BERKURANG, BNPB UNGKAP DATA

Fokus, Regional682 Dilihat

 

Proses pencarian dan identifikasi korban bencana hidrometeorologi di Aceh dan wilayah sekitarnya terus menunjukkan perkembangan dinamis. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, dalam sepekan terakhir jumlah korban hilang berkurang signifikan hingga 58 orang, seiring ditemukannya sejumlah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Penurunan tersebut merupakan hasil dari kerja intensif pemerintah daerah bersama tim gabungan di lapangan. Pemerintah kabupaten hingga tingkat kecamatan melakukan pendataan secara detail berbasis nama dan alamat atau by name by address guna memastikan keakuratan data korban.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, dinamika data korban tak lepas dari proses verifikasi yang terus berjalan. Dalam sejumlah kasus, ditemukan kondisi khusus yang turut memengaruhi angka korban.

“Meski jumlah korban meninggal dunia masih bertambah setiap hari, hasil identifikasi di beberapa daerah memengaruhi data. Ada temuan korban yang sebelumnya telah meninggal dunia, lalu kembali ditemukan akibat banjir dan longsor yang menerjang area pemakaman,” ujar Abdul saat konferensi pers Update Penanganan Bencana Hidrometeorologi Aceh di Banda Aceh, Minggu (14/12/2025).

Pada hari yang sama, tim pencarian dan pertolongan gabungan yang dipimpin Basarnas kembali menemukan 66 korban meninggal dunia. Rinciannya, 33 korban ditemukan di Provinsi Aceh, 19 korban di Sumatra Utara, dan 14 korban di Sumatra Barat. Pemerintah pun menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para korban.

Di sisi lain, BNPB mencatat tren penurunan jumlah pengungsi. Dalam periode 3–7 Desember, banyak warga yang sebelumnya tinggal di pengungsian terpusat memilih berpindah ke rumah keluarga atau tetangga yang relatif aman dari dampak bencana. Penurunan paling signifikan terpantau di Kabupaten Aceh Utara.

Meski telah berpindah tempat tinggal, Abdul menegaskan para warga tersebut tetap berstatus pengungsi. Mereka dikategorikan sebagai pengungsi mandiri karena masih bergantung pada bantuan logistik dan pasokan makanan dari dapur umum.

“Pemerintah tetap menghitung kebutuhan logistik mereka agar distribusi bantuan tidak terputus,” jelasnya.

Selain itu, pada hari ini tim SAR kembali menemukan 10 jasad, terdiri dari sembilan korban di Aceh dan satu korban di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Dengan penambahan tersebut, total korban meninggal dunia di tiga provinsi terdampak meningkat dari 1.006 jiwa menjadi 1.016 jiwa.

Sementara itu, jumlah korban hilang tercatat kembali menurun dari 217 orang menjadi 212 orang. Perubahan data ini dipengaruhi proses konfirmasi ulang identitas dan asal daerah korban berdasarkan data kependudukan.

Adapun jumlah pengungsi per hari ini tercatat sebanyak 624.670 orang, turun dari 654.642 orang pada hari sebelumnya. BNPB terus melakukan verifikasi untuk memastikan apakah penurunan tersebut berasal dari warga yang telah kembali ke rumah atau berpindah ke pengungsian mandiri.

“Langkah ini penting agar kebutuhan pangan dan logistik masyarakat terdampak tetap terpenuhi secara tepat sasaran,” pungkas Abdul Muhari.

#BNPB #BencanaAceh #UpdateBencana #KorbanBanjir #LongsorAceh #Pengungsi #SARIndonesia #InfoBencana