200 KG RENDANG LEGENDARIS DIBAGIKAN UNTUK KORBAN BANJIR BANDANG

Fokus, Regional835 Dilihat

 

Ketika musibah datang, masyarakat Minangkabau membuktikan bahwa kepedulian adalah tradisi yang tak lekang oleh waktu. Empati dan semangat gotong royong langsung menjelma menjadi aksi konkret, menghadirkan harapan bagi ribuan pengungsi korban banjir bandang di Kota Padang.

Wujud solidaritas paling hangat kali ini datang dari Dinas Pariwisata Kota Padang. Mereka menggelar aksi memasak rendang massal di Gedung Youth Center, Sabtu (6/12/2025), mengubah hidangan tradisional penuh makna menjadi amunisi semangat bagi para korban.

Ratusan kilogram rendang yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut segera dikemas dan didistribusikan ke lokasi-lokasi pengungsian.

“Kegiatan ini bukan sekadar memasak makanan, tetapi juga menyalurkan harapan, energi positif, dan memastikan para korban bencana tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indrasyani.

Yudi menegaskan, selain fokus pada pemenuhan nutrisi dan keamanan pangan bagi pengungsi, kegiatan ini juga bertujuan mengurangi beban psikologis masyarakat. Tujuannya jelas: agar mereka dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupan pascabencana.

Rendang Penguat di Tengah Ribuan Pengungsi
Rendang siap santap tersebut disambut antusias warga yang berada di pengungsian. Hidangan khas Minangkabau itu bukan hanya sekadar lauk, melainkan simbol ketulusan dan penguat semangat bagi masyarakat yang tengah beradaptasi dengan kondisi sulit.

Data terkini per 5 Desember 2025 menunjukkan bahwa sebanyak 1.343 orang masih bertahan di berbagai lokasi pengungsian di Kota Padang. Jumlah terbanyak berada di Kecamatan Pauh (708 orang) dan Kecamatan Nanggalo (404 orang), sisanya tersebar di Koto Tangah (152), Kuranji (68), dan Lubuk Kilangan (11).

Total 200 kilogram (kg) rendang berhasil diproses dan dikemas secara higienis, siap disalurkan ke dapur-dapur umum di empat kecamatan terdampak: Koto Tangah, Pauh, Kuranji, dan Nanggalo.

Aksi ini adalah penegasan bahwa budaya dan solidaritas khas masyarakat Minang tidak hanya berhenti di kata-kata. Rendang, makanan yang membutuhkan proses panjang dan kebersamaan dalam pembuatannya, kembali menjadi simbol ketulusan dan harapan baru bagi para korban bencana.

#RendangMassal #PadangPeduli #KorbanBanjir #SolidaritasMinang #DinasPariwisataPadang #PengungsiBanjir #GedungYouthCenter #RendangHarapan #BeritaPadang #BencanaAlam