JAKARTA – Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) secara resmi menginstruksikan agar seluruh masjid di wilayah Sumatra yang terdampak banjir besar segera dibuka dan diubah fungsinya menjadi tempat penampungan sementara bagi ribuan warga yang terpaksa mengungsi.
Instruksi tegas ini datang menyusul bencana masif yang melanda berbagai kawasan, menghancurkan rumah dan memaksa ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal.
Ketua Umum PP DMI, DR H. M. Jusuf Kalla, dan Sekretaris Jenderal H. Rahmat Hidayat, SE, MT, menandatangani Surat Edaran Nomor 227.C/III/SE/PP-DMI/XI/2025 pada Kamis, 27 November 2025. Dalam dokumen yang ditujukan kepada seluruh jajaran pengurus DMI, organisasi otonom, hingga DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini, PP DMI menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut.
Keputusan ini adalah respons cepat organisasi untuk mengoptimalkan peran vital masjid di tengah situasi darurat. PP DMI menyerukan agar masjid-masjid di tiga provinsi tersebut tidak hanya menyediakan ruang aman untuk berteduh, tetapi juga bertindak sebagai pusat distribusi bantuan kemanusiaan. Pengurus masjid dan jamaah didorong untuk proaktif menyalurkan segala bentuk bantuan—mulai dari makanan, pakaian, obat-obatan, hingga kebutuhan dasar lainnya—guna meringankan penderitaan para korban.
Langkah strategis ini ditempuh DMI untuk memastikan penanganan darurat bencana berjalan lebih efektif dan cepat. Dengan jaringan masjid yang tersebar hingga ke pelosok desa, PP DMI berupaya menjadikan setiap masjid sebagai ‘posko darurat’ yang tidak hanya memberikan perlindungan fisik, tetapi juga menjadi wahana penguatan solidaritas sosial umat. Masjid-masjid diharapkan dapat segera bertransformasi menjadi shelter atau pos penampungan yang menjamin rasa aman dan nyaman, sekaligus pusat dukungan logistik dan kemanusiaan bagi para korban banjir.
#BanjirSumatra #MasjidShelter #JusufKalla #DMI #Kemanusiaan #BeritaTerkini #HardNews #BencanaAlam #Aceh #SumateraUtara #SumateraBarat











