23 TEWAS, 69 RIBU MENGUNGSI — PADANG–BUKITTINGGI LUMPUH

Fokus, Regional434 Dilihat

 

Hujan ekstrem yang mengguyur Sumatra Barat selama sepekan terakhir mengubah 13 kabupaten/kota menjadi zona darurat. Banjir dan longsor yang terjadi serentak menelan 23 korban jiwa, membuat 69.239 orang mengungsi, dan meninggalkan kerusakan infrastruktur di berbagai titik. Hingga Jumat (28/11/2025), tim gabungan masih berjibaku melakukan pencarian dan pertolongan di wilayah yang banyak di antaranya masih terisolasi.

KORBAN MENINGGAL TERSEBAR DI 4 WILAYAH

Berdasarkan laporan BNPB per Jumat (28/11) pukul 16.00 WIB:

Kabupaten Agam: 11 jiwa

Kota Padang Panjang: 6 jiwa

Kota Padang: 5 jiwa

Kabupaten Pasaman Barat: 1 jiwa

Selain itu, 12 orang masih hilang, terdiri dari 11 orang di Agam dan 1 orang di Pesisir Selatan.

PENGUNGSI MELONJAK — 69 RIBU ORANG MENCARI TEMPAT AMAN

Bencana ini memaksa puluhan ribu warga meninggalkan rumah. BNPB mencatat 69.239 pengungsi dan 45.733 warga terdampak langsung.

Sebaran terbesar antara lain:

Kota Padang: 18.208 orang

Padang Pariaman: 3.208 mengungsi, 10.437 terdampak

Kabupaten Agam: 694 mengungsi

Kabupaten Pesisir Selatan: 47.170 terdampak

Kota Solok: 3.363 terdampak

Pasaman Barat: 2.905 terdampak

Kabupaten Solok: 14 mengungsi, 100 terdampak

Tanah Datar: 85 mengungsi, 65 terdampak

Limapuluh Kota: 283 terdampak

Kota Pariaman: 675 terdampak

Kepulauan Mentawai: 249 terdampak

Kota Bukittinggi: 68 terdampak

Para pengungsi kini tersebar di sekolah, rumah ibadah, gedung pemerintah, sampai rumah-rumah kerabat yang berada di zona aman.

INFRASTRUKTUR RUSAK: 5 JEMBATAN HANCUR, JALAN NASIONAL TERPUTUS

Cuaca ekstrem juga memukul infrastruktur vital:

5 jembatan rusak berat (4 di Padang Pariaman, 1 di Tanah Datar)

332 meter ruas jalan rusak berat

Akses transportasi lumpuh di banyak titik:

Jalur nasional Bukittinggi–Padang terputus akibat longsor di Padang Panjang

Jalur provinsi Padang–Bukittinggi ikut tertutup oleh longsor di Kecamatan Malala, Kabupaten Agam

Akses Agam–Pasaman terputus akibat longsor di Lubuk Sikapiang

Situasi ini membuat distribusi bantuan dan mobilisasi alat berat berjalan lambat.

BNPB PERKUAT OPERASI DARURAT

Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah:

Pencarian dan pertolongan (SAR)

Pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi

Perbaikan akses untuk mempercepat distribusi logistik

BNPB telah menurunkan tim pendamping untuk manajemen darurat, pendataan, komunikasi lapangan, dan percepatan pengiriman bantuan.

Untuk mendukung operasi udara, BNPB mengerahkan:

2 pesawat Caravan

1 helikopter Bell

Alutsista ini digunakan untuk meninjau wilayah terputus, memetakan kerusakan, hingga mengangkut logistik ke titik yang tak dapat dicapai melalui jalur darat.

Bencana di Sumbar belum menunjukkan tanda mereda. Dengan cuaca yang masih tidak stabil dan banyak lokasi yang belum tersentuh, operasi SAR diperkirakan berlangsung intens dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah bersama BNPB meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan.

#BreakingNews #BencanaSumbar #BanjirLongsor #BNPB #Padang #Bukittinggi #Agam #PadangPariaman #SumbarDarurat