PEMERINTAH TANCAP GAS JAGA EKONOMI JELANG NATARU

Fokus, Nasional414 Dilihat

 

Menjelang tutup tahun 2025, geliat ekonomi nasional kembali memasuki fase paling sibuk. Mobilitas meningkat, konsumsi rumah tangga naik, dan jutaan warga mulai bersiap menghadapi arus libur Natal dan Tahun Baru. Dalam situasi itulah Pemerintah bergerak cepat, memastikan roda ekonomi tetap stabil sambil menjaga layanan publik berjalan tanpa hambatan.

Pada Rabu (26/11/2025), Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) menggelar rapat koordinasi di Jakarta. Fokusnya jelas: akselerasi belanja kementerian/lembaga agar pertumbuhan Kuartal IV tidak kehilangan momentum. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa monitoring belanja, kebijakan pengungkit pertumbuhan, serta kesiapan Nataru menjadi prioritas utama. “Kami baru saja memonitor realisasi belanja dan kesiapan kebijakan pendorong pertumbuhan di Kuartal IV, termasuk persiapan Nataru dan implementasi perizinan berbasis risiko,” ujarnya.

Program Prioritas Presiden—mulai dari Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, listrik perdesaan, hingga penguatan Kampung Nelayan—dipastikan terus dipacu realisasinya. Begitu pula paket stimulus 8+4+5 dan BLT Kesra yang diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sampai akhir tahun.

Dari sektor transportasi, Pemerintah menyiapkan rangkaian insentif agar pergerakan masyarakat saat Nataru berlangsung lebih ringan biaya. Diskon tiket kereta api, pesawat, kapal laut, hingga penyeberangan disiapkan, diperkuat oleh rencana pemotongan tarif tol pada 22, 23, dan 31 Desember 2025 di 26 ruas dengan kisaran 10–20 persen. “Diskon transportasi ini sudah berjalan sejak 21 November,” ujar Airlangga.

Sementara itu, sektor pariwisata diproyeksikan menjadi titik lonjakan aktivitas masyarakat. Sebanyak 244 event nasional dan internasional siap digelar pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Pemerintah memprediksi pergerakan wisatawan domestik melonjak hingga 100 juta perjalanan, sementara wisatawan mancanegara diperkirakan mencapai 1,3 juta kedatangan pada Desember. Lonjakan ini diharapkan menambah energi baru bagi perputaran ekonomi daerah.

Di sektor perdagangan, Pemerintah kembali menghidupkan gelombang belanja besar-besaran melalui Harbolnas 12.12, Indonesia Great Sale, hingga EPIC Sale. Serangkaian program ini ditargetkan mendongkrak transaksi hingga puluhan triliun rupiah, sekaligus memperkuat UMKM dan industri produk lokal.

Untuk menjaga daya beli sektor perumahan, Pemerintah memastikan berbagai stimulus berlanjut sampai 2026. Di antaranya program FLPP bagi 350 ribu unit rumah MBR, peningkatan BSPS hingga 400 ribu unit, PPN DTP 100% untuk pembelian rumah, serta KUR Perumahan sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah. Langkah ini tidak hanya menjaga konsumsi, tetapi juga menopang sektor konstruksi.

Di sisi regulasi, pembaruan ekosistem perizinan berusaha terus dipacu melalui PP Nomor 28 Tahun 2025 dan penyempurnaan OSS RBA. Dari 27 aturan pelaksanaan, sebagian besar telah rampung, sementara sisanya memasuki tahap akhir. Pembaruan ini diharapkan mempercepat perizinan, meningkatkan kepastian bagi investor, dan menarik modal baru untuk memperkuat fondasi pertumbuhan 2026.

Pemerintah menegaskan bahwa akhir tahun bukan saat untuk melambat—justru menjadi momentum untuk memastikan mesin ekonomi tetap menyala. Dengan koordinasi lintas sektor, insentif transportasi, stimulus belanja, dan percepatan program prioritas, negara berharap dapat membawa perekonomian melaju stabil melewati Nataru dan memasuki tahun 2026 dengan pijakan yang lebih kuat.

#Nataru2025 #EkonomiNasional #AirlanggaHartarto #StimulusEkonomi #DiskonTransportasi #Harbolnas1212 #GreatSale #Pariwisata #OSS #BLTKesra