Deru tribun itu sudah mereda, skor akhir sudah ditelan papan digital, tetapi satu tendangan justru terus hidup dan kini mengguncang panggung dunia. Dari rumput Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sebuah sepakan jarak jauh Rizky Ridho melesat bukan hanya ke gawang Arema FC, tetapi juga ke meja penilaian FIFA. Hari ini, tembakan berani bek Persija Jakarta itu resmi menempatkannya sebagai nominator FIFA Puskas Award 2025 — sebuah pencapaian yang membuat sepak bola Indonesia kembali menatap cermin dengan bangga.
Kabar itu datang seperti kilat cerah di tengah langit mendung performa klub-klub ASEAN. Sebab Ridho menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di daftar kandidat tahun ini. Terakhir kali kawasan ini punya nama di Puskas Award adalah pada 2016, ketika Faiz Subri dari Malaysia mencuri perhatian dunia lewat tendangan melengkungnya. Setelah itu, sunyi. Hingga kini, ketika seorang pemain muda dari Persija menendang bola dari tengah lapangan dan membelah keheningan satu dekade.
Momen itu terjadi 9 Maret lalu. Persija sedang terseok menghadapi Arema FC, tertinggal 1-3, dan atmosfer stadion condong pada rasa frustrasi. Namun Ridho, yang melihat celah sekecil garis cahaya, melakukan overlapping dari lini belakang. Ryo Matsumura mengirim bola pendek. Hanya satu detik Ridho mengangkat kepala, melihat posisi kiper lawan yang terlalu maju. Lalu—tanpa ragu—kakinya menghantam bola.
Tembakan itu meluncur deras, seperti anak panah yang menemukan takdirnya. Lucas Frigeri, kiper Arema, terperangkap dalam sepersekian detik salah posisi. Ia melompat, tetapi terlambat. Bola melayang mulus ke gawang, menyisakan decak kagum yang jauh lebih keras daripada sorakan kemenangan.
Skor tak berubah, Persija tetap kalah. Tapi sepak bola sering menyimpan keajaiban yang tak bergantung hasil akhir. Gol itu menang penghargaan Gol Terbaik BRI Liga 1 2024/25. Kini ia melompat jauh, menabrak batas benua, dan bergabung dengan karya seni dari kaki para pemain dunia.
Di daftar FIFA, nama Ridho kini berdiri sejajar dengan gol-gol brilian: tembakan Lamine Yamal saat Derby Catalunya, ledakan jarak jauh Declan Rice ke gawang Real Madrid, hingga aksi-aksi indah Alerrandro Souza, Alessandro Deiola, Pedro De La Vega, Santiago Montiel, Amr Nasser, Carlos Orrantia, Lucas Ribeiro, dan Kevin Rodrigues.
Puskas Award memang diciptakan untuk menghormati gol yang lahir dari imajinasi, keberanian, dan sedikit kegilaan yang membuat dunia berhenti sejenak. Dan Ridho, bek muda berusia dua puluhan itu, memenuhi seluruh unsur yang dibutuhkan.
Indonesia kini punya alasan lain untuk membusungkan dada. Sebab sepak bola nasional terbiasa dengan kabar yang datang dari hitungan penalti, perebutan titel, atau kontroversi wasit. Kali ini berbeda: dunia menonton karya seorang bek yang berani menantang jarak.
Dan apa pun hasil akhirnya—menang atau tidak—nama Rizky Ridho sudah terlanjur menjelma cerita. Dari Bekasi, sebuah tembakan panjang sedang berputar mengelilingi dunia.
#RizkyRidho #PuskasAward2025 #PersijaJakarta #TimnasIndonesia #SepakBolaIndonesia #BRILiga1 #FIFAPuskasAward #MacanKemayoran











