Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati melakukan pengecekan sejumlah alat pemantau cuaca di Surabaya, Jawa Timur, untuk memastikan kesiapan mendeteksi potensi cuaca ekstrem.
Alat yang diinspeksi meliputi **Automatic Weather Observing System (AWOS)**, **Low Level Windshear Alert System (LLWAS)**, dan **Marine Automatic Weather Station (MAWS)**.
– AWOS memantau kondisi cuaca untuk keselamatan penerbangan, terutama saat pesawat lepas landas atau mendarat, memberikan informasi kritis bagi pengawas lalu lintas udara di Bandara Juanda.
– LLWAS mendeteksi potensi turbulensi akibat perubahan arah dan kecepatan angin, memberi peringatan kepada Air Traffic Control (ATC) untuk tindakan mitigasi seperti menunda pendaratan atau mengalihkan penerbangan.
– MAWS memantau kondisi maritim di Pelabuhan Tanjung Perak, mengumpulkan data terkait suhu, kelembaban, gelombang, pasang surut, dan curah hujan untuk keselamatan pelayaran.
“Ini adalah langkah BMKG untuk memastikan keselamatan masyarakat dari ancaman cuaca ekstrem, baik di udara maupun laut. Mohon doa agar tugas kami berjalan cepat, cermat, dan akurat,” ujar Dwikorita, Kamis (19/12/2024).






