Seorang perempuan berinisial FNL (56) menjadi korban dugaan hipnotis saat berbelanja di Pasar Reni Jaya, Jalan Raya Pondok Petir, Bojongsari, Depok, yang mengakibatkan hilangnya perhiasan emas senilai ratusan juta rupiah.
Kronologi Kejadian
Kejadian berlangsung pada pukul 07.00 WIB. Korban bertemu dengan wanita berinisial C, yang mengaku sering melihat FNL berbelanja. Saat itu, C bersama seorang wanita bernama Enjel.
C menanyakan kepada FNL tentang bawang putih tunggal. Setelah FNL mengatakan tidak punya, Enjel menyebut seorang pria bernama Yohanes, yang dikatakan sebagai *Romo Penyembuh*, memiliki bawang putih tersebut. C membujuk FNL untuk menemani mengambil bawang putih, dengan menyebut kesamaan etnis di antara mereka.
Setibanya di rumah Yohanes menggunakan mobil yang disopiri orang lain, Yohanes menolak bertemu langsung dan berkomunikasi melalui telepon. Yohanes meyakinkan FNL bahwa salah satu anaknya terancam meninggal, tetapi hal tersebut bisa dicegah jika FNL menyediakan salib berlian.
Ketika FNL mengatakan tidak memiliki salib berlian, Yohanes mengusulkan agar emas milik FNL dimasukkan ke dalam beras sebagai pengganti. FNL kemudian diarahkan pulang untuk mengambil semua perhiasan emasnya dan menyerahkannya kepada terlapor.
Setelah kembali ke Pasar Reni Jaya, FNL diturunkan dan disuruh pulang. Sesampainya di rumah, FNL baru menyadari bahwa semua emasnya telah hilang.
Kerugian dan Laporan Polisi
FNL kehilangan:
– 3 kalung emas
– 2 gelang emas
– 7 cincin emas
– 3 emas batangan senilai Rp100 juta
FNL melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bojongsari dengan nomor laporan LP/B/762/XII/2024/SPKT/POLSEK BOJONGSARI/POLRES METRO DEPOK.
Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Tohari membenarkan laporan tersebut dan menyatakan bahwa unit Reskrim sedang mengusut kasus ini. “Kami menindaklanjuti kejadian ini,” ujar Fauzan.






