Salam Lintas Agama RI Pecah Tepuk Tangan di Markas PBB

Fokus, Internasional99 Dilihat

NEW YORK — Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendapat sambutan hangat dari para delegasi dunia setelah membuka pernyataan nasional Indonesia dengan rangkaian salam lintas agama, dalam Sidang Debat Umum Sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA81) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Sabtu, 26 September 2026.

Mewakili Presiden Prabowo Subianto, Sugiono mengawali pidatonya dengan mengucapkan “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Salve, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Rahayu, semoga damai menyertai kita semua,” rangkaian sapaan yang mencakup tradisi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, serta unsur kebudayaan Nusantara. Ucapan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah para delegasi dari berbagai negara yang hadir di ruang sidang, sebagaimana terpantau lewat siaran langsung yang disaksikan publik di Jakarta.

Dalam pidatonya yang berlangsung sekitar 17 menit, Sugiono menghubungkan sejarah panjang Indonesia dengan PBB yang sama-sama lahir pascaPerang Dunia II, sekaligus menegaskan peran Indonesia dalam turut membangun tatanan dunia yang damai selama puluhan tahun terakhir. Ia menekankan bahwa keberagaman merupakan sesuatu yang harus dikelola, dihormati, dan diubah menjadi kekuatan bangsa, seraya menegaskan pentingnya ketahanan nasional sebagai fondasi bagi ketahanan kawasan hingga ketahanan global. Dalam salah satu bagian pidatonya, Sugiono menyampaikan komitmen kebangsaan lewat kalimat “Dari Aceh ke Papua, dari Miangas hingga Rote, Indonesia adalah satu bangsa”.

Selain isu ketahanan nasional dan keberagaman, pidato Sugiono turut menyinggung sejumlah agenda strategis kebijakan luar negeri Indonesia, mencakup penguatan peran ASEAN, dorongan reformasi tata kelola multilateralisme, isu Palestina, kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian PBB, hingga pengumuman resmi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030. Sugiono turut menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang dinilainya telah memimpin organisasi tersebut melewati berbagai tantangan berat, mulai dari perang dan ketegangan geopolitik, pandemi global, darurat kemanusiaan, hingga transformasi teknologi yang berlangsung cepat, menjelang berakhirnya masa jabatan Guterres pada 31 Desember 2026.

Menutup pernyataan nasionalnya, Sugiono kembali mengucapkan rangkaian salam lintas agama yang serupa, dan sekali lagi disambut tepuk tangan para delegasi yang hadir. Penggunaan salam lintas agama oleh Menlu RI tahun ini turut mengingatkan publik pada momen serupa saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan salam sejenis dalam pidatonya di Sidang ke-80 Majelis Umum PBB tahun sebelumnya, menegaskan bahwa simbol persatuan lintas keyakinan ini telah menjadi ciri khas diplomasi Indonesia di forum multilateral tertinggi dunia tersebut.

#MenluSugiono #SidangMajelisUmumPBB #UNGA81 #SalamLintasAgama #DiplomasiIndonesia #KetahananNasional #AntonioGuterres #DewanKeamananPBB #NewYork #BeritaInternasional