Teheran – Langit Yordania berulang kali diterangi kilatan rudal dan drone dalam sepekan terakhir. Konflik Iran-AS yang kian tidak terkendali telah menjadikan Yordania sebagai salah satu negara yang paling terdampak secara langsung — dan sebuah video viral dari kawasan itu kini memantik perdebatan soal sentimen rakyat di negeri sekutu AS tersebut.
Tiga Gelombang Serangan dalam 24 Jam
Tiga rudal Iran dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada Jumat (17/7/2026). Serangan mengenai bangunan prefabrikasi yang digunakan sebagai tempat tinggal personel militer AS. Dua tentara tewas dan seorang lainnya sempat dinyatakan hilang sebelum jenazahnya ditemukan.
Pangkalan strategis itu dihantam tiga gelombang serangan rudal terpisah hanya dalam 24 jam, menjadikannya salah satu lokasi yang paling intens diserang dalam konflik ini.
Militer Yordania membenarkan adanya rudal yang memasuki wilayah udaranya, menegaskan sistem pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan empat rudal yang memasuki wilayah udara Yordania dari arah Iran.
IRGC Seru Warga Yordania Lawan Pasukan AS
Di tengah gempuran itu, IRGC mengeluarkan seruan terbuka kepada warga Yordania untuk melawan kehadiran pasukan Amerika Serikat di negara mereka. Dalam pernyataan yang dikutip media Iran, IRGC menyebut keberadaan pasukan AS di Yordania harus dilawan, sebuah seruan yang langsung mendapat penolakan resmi dari pemerintah Amman.
Video Viral: Klaim vs Fakta
Di media sosial beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berpakaian tradisional Arab berdiri di dataran tinggi, merentangkan tangan menyambut garis-garis cahaya rudal yang melintasi langit malam. Teks berwarna kuning di video itu mengklaim: “Warga Yordania sambut serangan Iran ke pangkalan militer AS di negaranya.”
Namun klaim ini perlu disikapi dengan kritis. Yordania adalah sekutu strategis AS di kawasan. Pemerintah Amman secara resmi mengutuk serangan Iran dan aktif mengerahkan sistem pertahanan udara untuk mencegat rudal-rudal tersebut. Verifikasi independen terhadap identitas pria dalam video maupun konteks sesungguhnya tidak dapat dilakukan berdasarkan rekaman tersebut semata.
Sejumlah video yang beredar di media sosial, meski belum dapat diverifikasi secara independen, memperlihatkan dugaan dampak serangan rudal balistik Iran di wilayah Yordania.
Iran Tetap Bertaring Meski Diserang Berbulan-bulan
Kemampuan Iran untuk terus melancarkan serangan dinilai bersumber dari jaringan pangkalan rudal bawah tanah yang tersebar luas. Meski fasilitas-fasilitas ini menjadi sasaran utama serangan AS dan Israel sejak Maret 2026, pasca-gencatan senjata Iran bergerak cepat memperbaiki kerusakan dan melanjutkan operasi militernya.
Dengan deklarasi perang skala penuh oleh Presiden Pezeshkian pada 21 Juli dan serangan yang terus berlanjut ke berbagai pangkalan AS di kawasan Teluk, konflik ini masih jauh dari tanda-tanda perdamaian yang nyata.
#RudalIranYordania #PangkalanASMuwaffaq #KonflikIranAS #OperasiNasr2 #IRGC #TentarASTewas #YordaniaKonflik #VideoViralRudal #PerangTimurTengah #IRGCSerukan #SelatHormuz #EskalasiMiliter #GeopolitikGlobal #CekFaktaVideo #IranWar2026






