Langit Boston Berguncang: Meteor Sebesar 1 Meter Meledak di Ketinggian 64 Km, Dentumnya Terdengar Hingga Kanada

Fokus, Internasional164 Dilihat

Boston – Warga di Massachusetts, Rhode Island, dan New Hampshire dikejutkan oleh dentuman keras yang tiba-tiba membelah langit sore hari. Jendela rumah bergetar, hewan peliharaan panik, dan media sosial langsung dibanjiri laporan. Bukan gempa bumi, bukan ledakan industri penyebabnya adalah sebuah meteor yang meledak dahsyat jauh di atas atmosfer Bumi dengan kekuatan setara 300 ton dinamit.

Bola api itu pecah di atas wilayah timur laut Massachusetts dan tenggara New Hampshire pada pukul 14.06 waktu setempat (18.06 UTC), Sabtu, 30 Mei 2026. Wakil Kepala Humas NASA Jennifer Dooren mengonfirmasi kejadian ini kepada kantor berita AFP.

Dentuman terdengar pada sekitar pukul 14.11 waktu setempat. Warga menggambarkan sebuah hentakan mendadak yang membuat jendela bergetar, mengejutkan hewan peliharaan, bahkan mengguncang sebagian rumah. Puluhan panggilan masuk ke ruang redaksi stasiun berita WBZ-TV, melaporkan ledakan keras terdengar dari area Boston hingga sejauh Ipswich dan Johnston, Rhode Island.

Menurut American Meteor Society, meteor tersebut berdiameter sekitar 1 meter dan memasuki atmosfer di dekat perbatasan Massachusetts-New Hampshire, sebelah utara Boston.

NASA mengungkap bahwa benda langit itu melaju dengan kecepatan sekitar 120.700 km/jam (75.000 mph) saat terpecah pada ketinggian sekitar 64 kilometer di atas timur laut Massachusetts dan tenggara New Hampshire. “Energi yang dilepaskan saat pecah diperkirakan setara sekitar 300 ton TNT, yang menjadi penyebab dentuman keras tersebut,” demikian pernyataan NASA.

NASA juga menegaskan: “Bola api ini tidak terkait dengan hujan meteor aktif saat ini. Objek ini bersifat alami dan bukan masuknya kembali puing antariksa atau satelit.”

American Meteor Society mencatat menerima lusinan laporan dari koridor yang membentang dari Delaware hingga Montreal, Canada menandakan bahwa peristiwa ini dirasakan atau disaksikan oleh jutaan orang di sepanjang wilayah timur laut Amerika Utara.

Sensor kilat pada satelit GOES-East milik NOAA mendeteksi kilatan yang sangat besar di atas timur Massachusetts tepat saat warga mulai melaporkan dentuman, dua bukti yang saling menguatkan bahwa sebuah meteor meledak di atmosfer bagian atas Bumi.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memastikan tidak ada aktivitas gempa bumi yang terdeteksi pada saat bersamaan, sehingga teori gempa yang sempat beredar langsung gugur.

Yang membuat ilmuwan mencermati lebih serius, peristiwa ini bukan yang pertama tahun ini. Hanya beberapa hari setelah kejadian Massachusetts, sebuah bola api lain di atas Texas menghasilkan gelombang kejut dahsyat dan menyebarkan serpihan meteorit di kawasan Houston termasuk satu fragmen yang dilaporkan menghantam atap sebuah rumah. Para ilmuwan dari American Meteor Society juga mendokumentasikan lonjakan tidak biasa dalam jumlah peristiwa bola api besar dan dentuman sonik selama bulan-bulan pertama 2026.

Massachusetts Emergency Management Agency menyatakan telah menerima laporan luas tentang dentuman keras dan getaran tanah, tetapi tidak ada respons dari pihak kepolisian atau pemadam kebakaran yang dikaitkan dengan kejadian ini, dan tidak ada ancaman keselamatan publik yang diketahui.

Untuk saat ini, langit timur laut Amerika Serikat kembali tenang setidaknya hingga batu langit berikutnya datang tanpa peringatan.

#MeteorBoston #MeteorMeledak #BolaBapiAS #MassachusettsMeteor #NASAMeteor #LedakanLangit #300TonTNT #FireballUSA #AmericanMeteorSociety #NewHampshire #RhodeIsland #BostonBoom #LangitBerguncang #AsteroidWatch #MeteorMay2026 #SainsBumi #FenomenaLangit2026