Jakarta – Gunung Semeru, yang terletak tepat di tepi antara Lumajang dan malang, Jawa Timur, kembali bergejolak. Telah terjadi dua kali letusan pada Sabtu malam. Letusan gunung tersebut menimbulkan awan abu yang menjulang tinggi hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak Semeru, menyebabkan orang-orang di sekitar terbangun dan memperhatikan.
Menurut Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama terjadi sekitar pukul 19.04 WIB Petugas observasi melaporkan kolom erupsi berwarna putih hingga abu-abu dengan intensitas cukup pekat dan cenderung ke arah barat daya akibat pengaruh arah angin di sekitar kawasan gunung. Aksi vulkanik ini juga terekam seismograf, menunjukkan gelombang besar setinggi 22 milimeter dan berlangsung selama lima menit.
Letusannya bukan hanya disebabkan oleh abu vulkanik; juga terdapat awan abu yang sangat tebal yang berjatuhan panas. Namun kami tidak dapat mengetahui seberapa jauh awan panas tersebut meluncur karena beberapa sisi gunung semuanya berkabut saat kami memeriksanya. Sekitar satu setengah jam kemudian, Gunung Semeru kembali meletus pada pukul 20.30 waktu setempat. Saat letusan kedua, kami tidak dapat melihat ketinggian kolom abu karena cuaca, namun kami dapat dengan pasti mengetahui adanya aksi vulkanik dari peralatan seismik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status aktivitas Gunung Semeru saat ini masih pada Level III atau Waspada. Dengan status tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi karena kawasan tersebut rawan terpapar awan panas guguran dan aliran material vulkanik.
PVMBG juga meminta masyarakat tetap diam, tidak berkeliaran lebih dari 500 meter dari bantaran sungai di aliran sungai Besuk Kobokan. Kawasan tersebut dinilai berpotensi dilanda aliran lahar dan perluasan awan panas yang bisa mencapai hingga 17 kilometer dari puncak gunung, apalagi jika terjadi hujan deras di kawasan hulu.
Gunung Semeru berdiri tegak sebagai puncak tertinggi di Pulau Jawa, tingginya mencapai 3.676 meter, dan merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Semeru terus meletus tanpa henti sejak akhir tahun 1960an, dengan aktivitas utama berupa awan abu, longsoran lava, dan awan panas.
Gunung Semeru semakin meningkat akhir-akhir ini dengan semakin banyaknya letusan yang terjadi. Gunung ini mempunyai sejarah letusan, dengan kolom abu yang menjulang hingga 700 hingga 1.000 meter di atas puncaknya Para pengamat gunung berapi terus meningkatkan pemeriksaan jarak dekat mereka untuk mengantisipasi letusan yang lebih besar
Letusan Teh Semeru kembali mengingatkan kita akan bencana besar di penghujung tahun 2021 lalu, longsoran awan panas dan aliran vulkanik yang menimbulkan malapetaka di beberapa wilayah Lumajang hingga memakan korban jiwa dan memaksa ribuan orang mengungsi. Letusan Gunung Semeru ternyata menjadi salah satu yang terdahsyat dalam beberapa waktu terakhir.
Hingga Sabtu malam, belum ada laporan mengenai korban luka atau kerusakan akibat letusan gunung berapi terbaru. Namun, para petugas bencana dan para petinggi menghimbau semua orang untuk tetap waspada dan mengikuti semua tips keselamatan dari PVMBG untuk menghindari risiko apa pun dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru.






