Jakarta – Pemerintah Indonesia secara aktif meningkatkan hubungan ekonomi dengan Rusia meskipun lanskap geopolitik berubah dan perdagangan dunia tidak dapat diprediksi. Upaya-upaya ini terwujud berkat kerja sama yang lebih baik di bidang perdagangan, investasi, industri utama, energi, dan pertumbuhan teknologi antara kedua negara.
Penguatan hubungan bilateral menjadi salah satu fokus Pertemuan Kelompok Kerja Perdagangan, Investasi dan Industri (WGTII) Indonesia–Rusia ke-7 yang digelar di Jakarta. Dalam forum ini, Indonesia dan Rusia berjabat tangan untuk mencapai kesepakatan untuk bekerja sama dalam beberapa rencana ekonomi besar ke depan.
Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Koordinasi Penanaman Modal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi menyatakan kedua negara berkomitmen memperluas akses pasar dan memperkuat industri bernilai tambah guna menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan. Pemerintah Indonesia melihat Rusia sebagai mitra strategis yang menjanjikan, khususnya dengan perekonomian dunia yang semakin kompetitif
Selama perundingan dua arah ini, sejumlah bidang utama mendapat sorotan, seperti industri manufaktur, minyak dan gas, listrik, pembuatan kapal, obat-obatan, peralatan medis, dan teknologi. Kedua negara berbincang tentang kerja sama di bidang ketahanan pangan dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan hubungan ekonomi jangka panjang.
Selain itu, Indonesia dan Rusia juga berupaya mempercepat proses implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Eurasian Economic Union (I–EAEU FTA). Kesepakatan perdagangan bebas ini dipandang sebagai cara agar lebih banyak barang Indonesia bisa masuk ke pasar Eurasia, tempat tinggal sekitar 180 juta orang.
Produk-produk unggulan Indonesia seperti minyak sawit, tekstil, sepatu, furnitur, kopi, coklat, dan produk perikanan akan mendapatkan kesepakatan yang lebih baik berdasarkan rencana perdagangan bebas ini, sehingga menjadikan produk-produk tersebut lebih kompetitif di pasar Eurasia. Di sisi lain, Indonesia mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kerja sama dengan negara-negara EAEU, khususnya Rusia, dalam hal mendatangkan barang-barang penting seperti pupuk, gandum, dan energi.
Hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia semakin kuat akhir-akhir ini. Angka perdagangan antara kedua negara menunjukkan pertumbuhan yang stabil, dengan Rusia meningkatkan investasinya di bidang energi, industri, dan infrastruktur di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin sama-sama memberikan dukungan mereka untuk meningkatkan hubungan kedua negara. Dalam pertemuan sebelumnya di Moskow, kedua kepala negara memutuskan untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai bidang seperti masalah keuangan, energi, pertanian, kedokteran, serta teknologi dan eksplorasi ruang angkasa.
Presiden Prabowo berpendapat bahwa Rusia memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dunia di tengah kondisi politik internasional yang sedang bergejolak. Oleh karena itu, Indonesia berupaya untuk meningkatkan pembicaraan dan kemitraan ekonomi dengan Moskow, sebagai bagian dari kebijakan luar negeri mereka yang mengutamakan independensi dan proaktif, tanpa memihak.
Dalam permainan energi, Indonesia tampaknya ingin membeli minyak mentah Rusia untuk menjaga pasokan tetap stabil, terutama dengan fluktuasi harga yang sangat besar yang terjadi karena drama Timur Tengah. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari rencana negara untuk mencampuradukkan sumber energinya.
Indonesia dan Rusia juga membangun hubungan di bidang pertahanan dan keamanan, selain hubungan ekonomi dan perdagangan. Kedua negara telah melakukan latihan militer bersama sebelumnya dan mulai bekerja sama dalam bidang teknologi pertahanan dan pertumbuhan industri besar-besaran.
Para pengamat hubungan internasional melihat bahwa semakin eratnya hubungan Indonesia dengan Rusia adalah bagian dari strategi Jakarta untuk memperluas kemitraan global di tengah meningkatnya persaingan geopolitik. Tujuan Indonesia adalah menjaga hubungan baik dengan negara-negara besar seperti AS, Tiongkok, Rusia, dan negara-negara lain untuk mendukung perekonomiannya dan menjaga stabilitas kawasan.





