TRUMP KAGET SAAT XI JINPING TUNJUKKAN POHON BERUSIA RIBUAN TAHUN DI KAWASAN TERLARANG CHINA

Fokus, Internasional11 Dilihat

Jakarta – Momen tak biasa terjadi dalam rangkaian pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing. Usai menuntaskan pembahasan berbagai isu strategis seperti perdagangan, Taiwan, dan konflik Timur Tengah, Xi Jinping secara khusus mengajak Trump berjalan-jalan menyusuri kompleks Zhongnanhai, kawasan elit pemerintah China yang sangat jarang dibuka untuk tamu asing.

Zhongnanhai adalah tempat bersejarah tepat di sebelah Kota Terlarang dan Lapangan Tiananmen Dahulu, tempat ini adalah taman kekaisaran yang mewah pada masa Dinasti Tiongkok kuno, namun sekarang menjadi jantung pemerintahan dan pusat utama Partai Komunis Tiongkok. Hanya beberapa pemimpin global terkemuka yang diizinkan masuk ke zona super aman.

Dalam suasana yang lebih santai dibandingkan forum diplomatik resmi, Xi Jinping memperlihatkan deretan pohon tua yang tumbuh di kawasan taman Zhongnanhai. Obrolan di antara mereka tertangkap mikrofon dan menarik perhatian outlet berita global. Xi menjelaskan, sejumlah pohon di kawasan itu berusia ratusan tahun, bahkan ada yang berusia lebih dari seribu tahun. Trump tampak terkejut dan terus bertanya tentang umur pohon tersebut.

Xi Jinping kemudian menjelaskan bahwa beberapa pohon di pinggir taman berusia sekitar 200 hingga 400 tahun, sedangkan di lokasi lain terdapat pohon yang telah hidup hampir satu milenium. Orang-orang mengatakan Trump bertanya-tanya bagaimana pohon-pohon ini bisa hidup begitu lama. Pada kesempatan itu, Xi bahkan mengajak Trump untuk menyentuh salah satu pohon berusia 280 tahun yang ada di kompleks tersebut.

Kunjungan ke Zhongnanhai dipandang sebagai bentuk penghormatan diplomatis yang jarang dilakukan pemerintah Tiongkok terhadap pemimpin asing. Ketika Trump bertanya apakah para pemimpin dunia lain pernah diundang ke lokasi tersebut, Xi Jinping menjawab bahwa hal itu sangat jarang. Dikabarkan bahwa Vladimir Putin, Presiden Rusia, termasuk di antara pemimpin internasional langka yang mendapat sambutan hangat di wilayah tersebut.

Pengamat hubungan internasional menilai langkah Xi Jinping mengundang Trump berkeliling Zhongnanhai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol pendekatan personal dalam diplomasi tingkat tinggi. Tiongkok sering memanfaatkan simbol-simbol budaya dan sejarah untuk menciptakan suasana yang lebih hangat dalam pertemuan internasional, terutama ketika mereka membahas topik-topik politik global yang rumit.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping sendiri terjadi di tengah memanasnya dinamika hubungan Amerika Serikat dan China. Kedua tokoh besar ini berbincang tentang sejumlah topik penting, mulai dari perang dagang, menjaga perdamaian di Indo-Pasifik, ketegangan di Selat Taiwan, masalah Timur Tengah, dan masalah nuklir Iran.

Trump juga menyinggung hubungan AS-Tiongkok, yang menurutnya terpukul pada masa Joe Biden menjabat. Dia mengatakan bahwa dia dan Xi Jinping memiliki hubungan pribadi yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade.

Momen santai di Taman Zhongnanhai ini kemudian menjadi sorotan media internasional karena memperlihatkan sisi informal hubungan kedua pemimpin negara terbesar di dunia tersebut. Bahkan dengan semua drama politik yang terjadi, penting bagi masyarakat untuk terus berbicara satu sama lain untuk menjaga kelancaran antara AS dan Tiongkok.