Prabumulih, Sumatera Selatan — Upaya menjaga ketahanan energi nasional kembali menunjukkan perkembangan positif. SKK Migas bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 melalui PT Pertamina EP Asset 2 berhasil mencatat hasil menggembirakan dari pengeboran sumur pengembangan baru di wilayah Lembak Kemang Tapus (LKT), Prabumulih, Sumatera Selatan.
Sumur yang diberi nama LBK-030 tersebut mulai ditajak pada 7 April 2026 dan pada tahap uji produksi per 9 Mei 2026 telah menunjukkan performa yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil pengujian awal, sumur tersebut mampu menghasilkan sekitar 3.073 barel minyak per hari (BOPD) serta produksi gas mencapai 1,65 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) secara natural flow pada kondisi open flow.
Capaian ini menjadi kabar positif di tengah upaya industri migas nasional menahan laju penurunan produksi alamiah yang selama ini menjadi tantangan utama sektor hulu minyak dan gas Indonesia.
SKK Migas dan Pertamina menjelaskan bahwa produksi dari sumur LBK-030 berasal dari lapisan produktif eksisting TAF-F yang berada di struktur Lapangan Lembak Kemang Tapus.
Wilayah operasi ini terletak di kawasan timur laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, yang memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil migas strategis nasional sejak puluhan tahun lalu.
Keberhasilan sumur baru tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi produksi migas domestik sekaligus mendukung target lifting nasional yang terus didorong pemerintah.
Dalam pelaksanaannya, pengeboran sumur LBK-030 dilakukan menggunakan metode directional drilling dengan dukungan Rig PDSI #29.3/D1500E.
Sumur tersebut dibor hingga mencapai kedalaman akhir sekitar:
- 2300 meter measured depth (mMD)
- atau sekitar 2128 meter true vertical depth (mTVD)
Seluruh proses pengeboran hingga tahap uji produksi diselesaikan dalam waktu sekitar 33 hari, terhitung sejak awal pengeboran sampai 9 Mei 2026.
Teknologi pengeboran terarah ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi eksplorasi sekaligus mengoptimalkan pencapaian target reservoir migas.
Selain capaian produksi, operasi sumur LBK-030 juga mencatat keberhasilan dari sisi keselamatan kerja.
SKK Migas dan Pertamina menyampaikan bahwa kegiatan operasi pada sumur tersebut berhasil mencatat sekitar 42.168 jam kerja tanpa kecelakaan sejak pertama kali ditajak.
Capaian ini disebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga standar:
- HSSE (Health, Safety, Security & Environment)
- serta Operational Excellence dalam seluruh kegiatan operasional migas.
Aspek keselamatan kerja memang menjadi perhatian utama dalam industri hulu migas mengingat tingginya risiko operasional di lapangan pengeboran.
Keberhasilan sumur LBK-030 menambah daftar proyek migas yang mulai menunjukkan hasil positif pada 2026.
Dalam beberapa waktu terakhir, SKK Migas bersama berbagai kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) terus mendorong:
- pengeboran sumur baru
- optimalisasi lapangan eksisting
- hingga penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR)
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produksi nasional di tengah tantangan penurunan alami produksi sumur-sumur tua.
Produksi awal yang cukup besar dari sumur LBK-030 dinilai dapat menjadi tambahan penting bagi pasokan energi domestik apabila nantinya segera masuk tahap produksi penuh.
Keberhasilan pengeboran di Lapangan Lembak Kemang Tapus juga memperlihatkan bahwa potensi migas nasional masih cukup besar bila dikelola secara optimal dengan teknologi dan strategi yang tepat.
Di tengah dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga energi dunia, tambahan produksi dari lapangan domestik menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan energi Indonesia.
SKK Migas dan Pertamina berharap proses selanjutnya berjalan lancar sehingga sumur LBK-030 dapat segera berproduksi secara maksimal dan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan lifting nasional.
Semangat Optimisme kembali digaungkan:
Bersama kita BISA
Lifting Naik : BISA BISA BISA






