Bandung — Kemenangan dramatis Persib Bandung atas Persija Jakarta dalam laga panas Super League 2025/2026 membuat optimisme publik Kota Bandung semakin tinggi. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan keyakinannya bahwa Persib memiliki peluang besar untuk kembali mengangkat trofi juara musim ini.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), menjadi salah satu duel paling menyita perhatian pecinta sepak bola nasional. Meski berstatus laga tandang dan dimainkan jauh dari Jakarta maupun Bandung, atmosfer pertandingan tetap terasa panas layaknya “El Clasico” sepak bola Indonesia.
Dalam pertandingan tersebut, Persija lebih dulu unggul melalui gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-19. Gol itu sempat membuat tekanan terhadap skuad Maung Bandung meningkat.
Namun Persib berhasil merespons dengan cepat. Gelandang Adam Alis tampil sebagai pahlawan setelah mencetak dua gol balasan masing-masing pada menit ke-28 dan ke-38. Brace tersebut memastikan Persib membawa pulang kemenangan penting dengan skor 2-1.
Penampilan Adam Alis mendapat banyak pujian karena tampil tenang di bawah tekanan besar pertandingan sarat rivalitas.
Tambahan tiga poin membuat Persib semakin nyaman di posisi teratas klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 75 poin dari 32 pertandingan.
Dengan kompetisi yang hanya menyisakan dua pertandingan lagi, peluang Persib untuk mempertahankan gelar semakin terbuka lebar.
Muhammad Farhan menyebut kemenangan di Samarinda menunjukkan mental juara para pemain Persib, terlebih tim harus menghadapi tekanan besar karena laga kontra Persija tidak dimainkan di Jakarta.
Wali Kota Bandung menilai kemenangan tersebut bukan hanya soal tambahan poin, tetapi juga bukti kesiapan mental tim menghadapi tekanan kompetisi.
Menurut Farhan, bermain di Samarinda bukan perkara mudah karena faktor perjalanan, atmosfer pertandingan, dan rivalitas tinggi antara kedua klub membuat laga berlangsung sangat emosional.
Ia juga mengingatkan Bobotoh agar tidak terlalu larut dalam euforia kemenangan karena Persib masih harus menghadapi dua laga penting tersisa musim ini, yakni melawan PSM Makassar dan Persijap Jepara.
Pelatih Bojan Hodak juga mengakui pertandingan melawan Persija menjadi salah satu laga paling berat musim ini. Ia menyebut duel tersebut menguras fisik dan mental para pemain.
Meski demikian, Hodak memuji semangat juang skuad Persib yang mampu bangkit setelah tertinggal lebih dulu.
Pelatih asal Kroasia itu secara khusus memberikan apresiasi kepada Adam Alis yang tampil menentukan dalam pertandingan besar tersebut.
Jika berhasil mempertahankan posisi hingga akhir musim, Persib akan mencatat sejarah dengan meraih gelar liga secara beruntun untuk ketiga kalinya.
Hal itu membuat optimisme publik Bandung semakin tinggi. Media sosial dipenuhi komentar Bobotoh yang mulai membicarakan peluang “hattrick juara” Maung Bandung musim ini.
Namun sejumlah pengamat sepak bola mengingatkan bahwa dua pertandingan terakhir tetap berpotensi menjadi penentu, terutama karena tekanan perebutan gelar masih sangat ketat di papan atas klasemen.
Pertandingan Persib kontra Persija kembali membuktikan bahwa rivalitas kedua tim masih menjadi magnet terbesar sepak bola Indonesia.
Meski digelar di Samarinda, duel tersebut tetap menarik perhatian luas pecinta sepak bola nasional dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Atmosfer panas, tensi tinggi, serta kualitas pertandingan membuat laga ini dianggap sebagai salah satu duel terbaik musim Super League 2025/2026.
Kemenangan Persib atas Persija bukan sekadar hasil penting dalam perebutan gelar, tetapi juga menjadi simbol kekuatan mental skuad Maung Bandung di bawah tekanan besar.
Dengan dua laga tersisa dan posisi yang semakin kokoh di puncak klasemen, harapan publik Bandung untuk melihat Persib kembali menjadi juara kini terasa semakin nyata.






