NUSAKAMBANGAN TAK LAGI ANGKER

Fokus, Hukum803 Dilihat

 

Di tengah kabut pagi yang turun pelan di Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, suara gemerisik terpal dan cipratan air payau menyalip kesunyian. Bukan suara borgol atau langkah penjaga yang mendominasi, melainkan decak riuh warga binaan yang tengah menata kolam udang. Pulau yang lama dicap sebagai “pulau maut” itu kini memperlihatkan rona lain—lebih hangat, lebih manusiawi, dan jauh dari bayangan kengerian yang melekat selama puluhan tahun.

Di sebuah petak tambak vaname, Maman, narapidana asal Pekalongan, menunduk memeriksa benur yang ditebar. Tangannya cekatan memeriksa kualitas air, seolah ia telah bertahun-tahun berkutat dalam dunia perikanan. Padahal, beberapa bulan lalu ia bahkan tak tahu perbedaan antara benur dan udang siap panen.

“Awalnya cuma ikut-ikut. Sekarang malah ketagihan kerja begini,” katanya, tersenyum tipis.

Sejak Agustus 2025, Maman menjadi salah satu warga binaan Lapas Permisan yang bergulat dengan lumpur, terpal, dan kolam raksasa. Dari pagi buta sampai matahari condong ke selatan, ia bersama belasan rekannya menyiapkan tambak, memasang terpal, dan merawat kolam udang vaname. Di balik jeruji, ia menemukan kembali rasa percaya diri—sesuatu yang dulu sempat hilang bersama masa lalunya.

Bagi Maman dan 228 warga binaan lain yang terlibat dalam beragam pelatihan kerja di Nusakambangan, tambak bukan sekadar tempat mencari tambahan penghasilan. Ia menjadi ruang bernafas, tempat mereka merasakan kembali bahwa bekerja adalah wujud keberhargaan diri. Mereka belajar pertanian, peternakan, hortikultura, pengolahan perikanan, konveksi, hingga pelintingan rokok SKT. Semuanya tersusun dalam program ketahanan pangan yang dirancang untuk menyiapkan mereka kembali ke masyarakat—kelak, ketika pintu kebebasan itu terbuka.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, menyebut Nusakambangan kini berperan sebagai “laboratorium sosial”. Di sinilah para warga binaan diasah keterampilannya, sembari diberi kesempatan berkontribusi pada kemandirian pangan nasional.
“Program ini bukan proyek sesaat. Ini investasi jangka panjang untuk kemandirian bangsa,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/11/2025).

Pemerintah melalui Kemenimipas, Bappenas, dan Kementerian Pertanian juga tengah menggarap penanaman 500 hektare kelapa sebagai bagian dari proyek strategis nasional. Sebuah langkah besar yang melengkapi ekosistem pembinaan berbasis pangan—mulai dari tambak, sawah, kebun, hingga peternakan.

Namun, pembinaan tak hanya menyasar warga binaan. Pegawai yang melanggar disiplin pun dikenai pembinaan mental khusus. Sebuah cara menanamkan kembali integritas di lembaga yang selama ini menjadi garda terakhir negara dalam mengelola para pelanggar hukum.

Pulau Nusakambangan sendiri memiliki 13 unit pelaksana teknis pemasyarakatan, dengan sistem keamanan berlapis. Total 48,7 hektare lahannya kini dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan. Di balik hutan tropis yang mengurung dan ombak besar Samudra Hindia yang membentur tebing-tebingnya, proses perubahan itu berjalan senyap namun pasti.

Pulau ini sudah lama menjadi saksi sejarah kelam Indonesia. Pada 1905, pemerintah kolonial Belanda menetapkannya sebagai kawasan terlarang bagi penduduk sipil. Tiga tahun kemudian, Lapas Permisan mulai berdiri. Disusul Lapas Batu (1925), Lapas Besi (1929), dan Lapas Kembang Kuning pada awal 1950-an. Pada masa Soeharto, Nusakambangan menjadi lokasi pengasingan bagi tahanan politik, termasuk mereka yang dituduh terkait Partai Komunis Indonesia.

Kini, wajah itu perlahan berubah. Dari pulau hukuman menjadi pulau harapan. Dari tempat orang dibuang menjadi tempat orang dibangun kembali.

Di tambak tempat Maman bekerja, air payau berkilau diterpa matahari sore. Udang-udang kecil berenang lincah. Di wajah para warga binaan, terselip senyum kecil yang menandakan bahwa di balik tembok besi dan reputasi kelam Nusakambangan, ada kehidupan baru yang sedang tumbuh.

Mereka mungkin belum bebas, tetapi dengan bekerja, setidaknya mereka merasa kembali menjadi manusia seutuhnya.

#Nusakambangan #BreakingNews #KetahananPangan #WargaBinaan #Cilacap #UdangVaname #Imipas #Pertanian #Perikanan #FeatureNews