KILANG BALIKPAPAN NAIK KELAS!

Ekonomi, Fokus, Nasional417 Dilihat

 

Di tengah gelombang kebutuhan energi yang terus tumbuh, sebuah mesin raksasa sedang disiapkan di pesisir Kalimantan Timur. Kilang Balikpapan — yang sejak era lama menjadi salah satu jantung pemrosesan minyak Indonesia — kini memasuki babak baru melalui proyek akbar RDMP Balikpapan. Skala investasinya luar biasa: 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp126 triliun, salah satu investasi terbesar BUMN di satu titik.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung menyebut proyek ini bukan semata pembangunan fasilitas kilang, tetapi pondasi ketahanan energi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Seluruh kegiatan ekonomi tidak mungkin tanpa ketersediaan energi,” ujar Yuliot dalam keterangan resmi, Kamis (20/11/2025).

RDMP Balikpapan akan mengerek kapasitas pengolahan menjadi 360 ribu barel per hari, atau seperempat kebutuhan nasional. Dampaknya jelas: pasokan BBM dalam negeri lebih aman, dan ketergantungan pada impor berkurang signifikan.

“Kapasitas yang meningkat sekitar 100 ribu barel per hari itu bisa menurunkan impor hingga 10 sampai 15 persen,” kata Yuliot.

Kilang ini juga dirancang lebih cerdas. Unit-unit barunya mampu mengolah residu bernilai rendah menjadi produk petrokimia bernilai tinggi seperti propylene dan ethylene, dua bahan baku penting industri yang selama ini masih banyak diimpor Indonesia. Dengan kemampuan ini, kilang bukan hanya memasok BBM, tetapi juga menopang industri manufaktur nasional.

Proyek RDMP Balikpapan yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) terus menunjukkan kemajuan konkret. Salah satu tonggak paling penting terjadi pada 10 November 2025, saat unit utama Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) resmi beroperasi awal. Tepat pada Hari Pahlawan, momen ini seakan menjadi simbol kedaulatan energi yang sedang diperjuangkan.

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, menyebut RFCC sebagai “jantung baru” kilang. Unit ini menghasilkan produk berstandar Euro V, lebih bersih, lebih efisien, dan memberi nilai tambah lebih tinggi bagi minyak mentah dalam negeri.

“RFCC tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, tetapi juga memperbesar nilai tambah sumber daya alam Indonesia,” ujar Taufik.

Dalam lanskap global yang penuh ketidakpastian energi, Indonesia tengah membangun bentengnya sendiri. Dan di Balikpapan, dentuman mesin kilang baru menandai bahwa negeri ini tak ingin hanya menjadi pasar energi — tetapi mampu mengolah, memproduksi, dan berdiri kuat di atas sumber dayanya sendiri.

#RDMPBalikpapan #KilangBalikpapan #Pertamina #EnergiNasional #KetahananEnergi #PrabowoSubianto #ESDM #KPI #InvestasiPertamina #Petrokimia #RFCC #BeritaTerkini #GoogleNews