SOEHARTO DIUSULKAN JADI PAHLAWAN NASIONAL, MENSOS: USULAN DATANG DARI BAWAH

Fokus, Nasional281 Dilihat

 

Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden ke-2 RI, Soeharto, kembali mengemuka. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, usulan itu bukan datang dari pemerintah pusat, melainkan dari masyarakat melalui jalur resmi berjenjang dari daerah.

“Usulan gelar pahlawan disampaikan dari kabupaten atau kota, naik ke provinsi, hingga akhirnya sampai ke Kementerian Sosial,” ujar Saifullah Yusuf, atau akrab disapa Gus Ipul, dalam keterangan resminya, Rabu (29/10/2025).

Gus Ipul menjelaskan, Soeharto sebenarnya sudah pernah diusulkan oleh Kabupaten Sragen pada tahun 2010, namun ketika itu belum memenuhi syarat administratif maupun substansial. Kini, setelah melalui proses panjang, berkas Soeharto dinyatakan lengkap dan memenuhi kriteria untuk diteruskan ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang diketuai oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

“Usulan tahun ini sudah memenuhi syarat. Jadi kami teruskan bersama nama-nama lain yang juga diusulkan sebagai calon pahlawan nasional,” jelasnya.

Menurutnya, terdapat 40 tokoh yang diajukan tahun ini, mencakup berbagai latar belakang — mulai dari tokoh kemerdekaan, ulama, budayawan, hingga tokoh militer dan politik. Gus Ipul menilai perbedaan pendapat publik mengenai figur calon pahlawan merupakan hal yang wajar.

“Setiap tokoh pasti punya sisi lebih dan kurang. Yang penting, kita melihat kontribusinya terhadap bangsa,” ucapnya.

DERETAN NAMA CALON PAHLAWAN NASIONAL 2025

Dalam daftar yang disampaikan Kementerian Sosial, selain Soeharto, terdapat sejumlah nama besar seperti Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Marsinah — aktivis buruh perempuan asal Nganjuk, Jenderal (Purn) M. Jusuf, Jenderal (Purn) Ali Sadikin, KH Bisri Syansuri, KH Muhammad Yusuf Hasyim, serta Syaikhona Kholil Bangkalan.

Nama-nama lain yang juga diajukan antara lain H.B. Jassin, Sultan Muhammad Salahuddin, Prof. Mochtar Kusumaatmadja, H. Ali Sastroamidjojo, dr. Kariadi, Basoeki Probowinoto, Chatib Sulaiman, dan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri.

Mereka mewakili lintas bidang perjuangan — dari pemikiran, kebudayaan, diplomasi, hingga pembelaan terhadap kaum kecil. Semua nama kini tengah dikaji oleh Dewan Gelar sebelum nantinya diajukan ke Presiden untuk ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden (Keppres).

“Penganugerahan gelar pahlawan nasional bukan sekadar penghormatan, tetapi juga pengingat akan nilai-nilai perjuangan yang bisa menginspirasi generasi berikutnya,” tutup Gus Ipul.

#Soeharto #PahlawanNasional #GusIpul #ErickThohir #PSSI #DewanGelar #Kemensos #BeritaTerkini #SejarahIndonesia #BreakingNews