JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk Senin, 19 Oktober 2026, dengan memperkirakan 12 wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat, meski fenomena El Nino yang sedang berlangsung justru cenderung menekan curah hujan secara nasional.
Berdasarkan pemantauan iklim awal Oktober 2026, BMKG mencatat fenomena El Nino masih berlangsung dengan intensitas sangat kuat, ditandai anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino3.4 yang mencapai plus 3,33 derajat Celsius. Kombinasi El Nino sangat kuat dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif umumnya cenderung mengurangi pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Meski demikian, BMKG menegaskan dinamika atmosfer tetap memungkinkan terbentuknya awan hujan signifikan di beberapa titik, didukung aktivitas Madden-Julian Oscillation, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta Gelombang Mixed Rossby-Gravity yang turut memperkuat aktivitas konvektif lokal.
Status Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 19 Oktober ditetapkan di dua wilayah, yakni Aceh dan Sumatra Barat. Sementara itu, kategori Waspada untuk hujan intensitas sedang hingga lebat mencakup belasan provinsi lain yang membentang dari Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. BMKG turut mencatat satu wilayah berpotensi mengalami angin kencang pada hari yang sama, yaitu Provinsi Maluku, meski tidak ada wilayah yang masuk kategori tertinggi, Awas, untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Peringatan dini ini melanjutkan tren curah hujan tinggi yang sebelumnya sudah tercatat pada periode 13 hingga 15 Oktober 2026, saat Sumatra Utara lebih dulu berstatus Siaga, disusul Aceh, Sumatra Barat, dan Papua Pegunungan pada rentang 16 hingga 19 Oktober. BMKG turut mengingatkan potensi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia sebelah barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, serta risiko banjir pesisir atau rob di sejumlah kawasan pantai Indonesia.
Di tengah peringatan cuaca ekstrem lokal ini, mayoritas wilayah Indonesia justru masih bergelut dengan kondisi kemarau panjang. Data BMKG per 16 Oktober 2026 menunjukkan sekitar 76 persen Zona Musim masih berada dalam fase kemarau, sementara baru sekitar 8 persen wilayah yang telah memasuki musim hujan. Kondisi kering yang mendominasi ini turut tercermin dari pemantauan 14 Oktober 2026 yang mengidentifikasi 1.297 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebar di berbagai wilayah, sehingga otoritas tetap meminta kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan meski curah hujan lokal meningkat di beberapa daerah.
#BMKG #CuacaEkstrem #ElNino #PeringatanDini #HujanLebat #Aceh #SumateraBarat #BencanaHidrometeorologi #KarhutlaIndonesia #BeritaNasional






