Sentil Sahroni soal Konser MUI Tegaskan Bukan Lembaga Pemerintah

Fokus, Nasional104 Dilihat

JAKARTA — Perselisihan pendapat antara tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan anggota DPR RI mencuat ke publik, usai Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyarankan MUI fokus mengurus sertifikasi halal ketimbang ikut campur dalam polemik konser musik internasional. Sentilan tersebut langsung dibalas tajam oleh Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis.

Perdebatan ini bermula dari sikap MUI yang meminta pembatalan konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan digelar di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan di Jakarta pada 3 November 2026. Langkah serupa sebelumnya juga diambil MUI terkait pembatalan konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel and New Breed, lantaran keduanya dinilai memiliki keterkaitan dengan dukungan terhadap Israel.

Menanggapi sikap MUI tersebut, Sahroni melalui akun Instagram pribadinya, Senin, 12 Oktober 2026, menuliskan permintaan agar MUI berkonsentrasi pada kerja-kerja sertifikasi halal dan tidak lagi ikut campur mengurusi persoalan konser, mengingat masih banyak tugas internal organisasi yang menurutnya perlu dibenahi.

Pernyataan tersebut langsung memantik reaksi keras Cholil Nafis. Lewat akun media sosial X pribadinya, ia mempertanyakan pemahaman Sahroni soal tugas pokok MUI, sembari menyindir apakah anggota DPR tersebut benar-benar mengerti posisi lembaga yang dikritiknya. Cholil menegaskan bahwa MUI bukanlah lembaga pemerintah, melainkan wadah musyawarah berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang mengemban misi dakwah serta amar makruf nahi mungkar, sehingga kewenangannya tidak terbatas hanya pada urusan sertifikasi halal semata.

Cholil turut meluruskan kekeliruan pemahaman Sahroni, dengan menegaskan bahwa kewenangan penerbitan sertifikasi halal sejatinya berada di tangan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, bukan MUI. Ia menambahkan bahwa sikap MUI mendukung kemerdekaan Palestina merupakan wujud nyata amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan sikap antipenjajahan bangsa Indonesia, sehingga menyuarakan isu kemanusiaan global maupun dinamika sosial masyarakat seperti konser tetap menjadi bagian sah dari komitmen kebangsaan organisasi tersebut.

Merespons balik kritik tersebut, Sahroni menegaskan bahwa konser Andrea Bocelli sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan isu Israel, berbeda dari kasus pembatalan konser sebelumnya. Perdebatan publik antara kedua tokoh ini turut diwarnai perkembangan terbaru, setelah kepolisian akhirnya mencabut izin penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur.

#CholilNafis #AhmadSahroni #MUI #KonserAndreaBocelli #KomisiIIIDPR #IsraelHoughton #DukunganPalestina #CandiBorobudur #PolemikKonser #BeritaNasional