DPR Sokong Rencana Danantara Hidupkan Kembali BUMN Tekstil

Fokus, Nasional364 Dilihat

JAKARTA — Rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membentuk badan usaha milik negara baru di sektor tekstil mendapat sambutan positif dari kalangan legislatif. Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Hadityo Ganinduto menilai langkah ini berpotensi menjadi solusi konkret bagi ribuan pekerja yang terdampak gelombang pemutusan hubungan kerja di industri tersebut belakangan ini.

Firnando menyampaikan dukungannya di Jakarta, Rabu, 23 September 2026, sembari menekankan bahwa keberhasilan BUMN tekstil baru nantinya tidak cukup diukur dari sekadar berdirinya perusahaan. Ia menegaskan pengembangan badan usaha ini perlu dilakukan secara terintegrasi, melibatkan kerja sama dengan perusahaan tekstil yang sudah eksis, sekaligus difokuskan pada penguatan rantai pasok, pembaruan teknologi, peningkatan kapasitas produksi bahan baku seperti benang, hingga optimalisasi aset industri yang masih berpotensi. Menurutnya, jika BUMN baru mampu memperkuat produksi bahan baku tekstil di dalam negeri, langkah ini sekaligus dapat mengurangi ketergantungan impor sambil memperkuat rantai industri dari hulu hingga hilir.

Merespons dukungan tersebut, Chief Executive Officer Danantara Rosan Perkasa Roeslani menegaskan rencana ini terus berjalan sejak digulirkan awal 2026. Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026, Rosan menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya mempertimbangkan pembentukan perusahaan benar-benar baru, melainkan juga membuka peluang kemitraan dengan pemain industri tekstil yang sudah lebih dulu ada. Ia menegaskan pertimbangan utama Danantara tetap mengacu pada potensi penciptaan lapangan kerja yang tinggi, sembari memastikan setiap investasi yang dikucurkan tetap memberikan tingkat pengembalian yang baik, sejalan dengan mandat lembaga tersebut sebagai pengelola investasi negara.

Gagasan menghidupkan kembali BUMN tekstil ini sejatinya merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Hambalang, Bogor, pada 11 Januari 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap bahwa Presiden secara khusus mengingatkan Indonesia pernah memiliki BUMN tekstil sebelumnya dan berharap eksistensinya dapat dihidupkan kembali, dengan skema pendanaan sekitar 6 miliar dolar Amerika Serikat yang akan disiapkan Danantara.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan pihaknya telah membahas langsung rencana pembentukan kawasan industri tekstil terintegrasi bersama Danantara. Sementara itu, Airlangga turut menyoroti kebutuhan penyesuaian regulasi tenaga kerja mengingat karakteristik industri garmen yang mengikuti pola permintaan musiman, sehingga pemerintah akan mengkaji skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang sesuai, termasuk aspek perpajakannya.

Firnando menegaskan bahwa ukuran keberhasilan BUMN tekstil baru ini kelak akan dilihat dari sejumlah indikator konkret, mulai dari tingkat efisiensi, daya saing produk, penyerapan tenaga kerja, keberlanjutan investasi, hingga kemampuannya bersaing baik di pasar domestik maupun internasional.

#BUMNTekstil #Danantara #DPRRI #RosanRoeslani #FirnandoGaninduto #IndustriTekstilIndonesia #PHKTekstil #AirlanggaHartarto #LapanganKerja #BeritaEkonomi