Tiga Tahun Ajukan Proposal Siswa Pasangkayu Masih Belajar di Lantai

Fokus, Nasional175 Dilihat

PASANGKAYU — Kondisi memprihatinkan fasilitas belajar terus membayangi SMA Negeri 1 Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Sejumlah siswa terpaksa duduk lesehan di lantai kelas akibat kekurangan meja dan kursi yang telah berlangsung bertahun-tahun, memicu desakan dari kalangan mahasiswa dan pemuda setempat agar pemerintah provinsi segera bertindak.

Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Pasangkayu (IPMA), Ari Widarto, mengungkapkan bahwa keterbatasan sarana belajar ini telah dirasakan siswa sejak awal tahun ajaran 2026/2027 dan mengganggu kenyamanan serta konsentrasi belajar mereka. Ia mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat segera menyalurkan bantuan mebel, sembari mengancam akan melancarkan aksi lanjutan apabila hingga akhir September belum ada kejelasan.

Kepala SMA Negeri 1 Bulutaba, Sumardi, membenarkan persoalan ini bukan hal baru. Ia menjelaskan bahwa sekolah telah mengajukan proposal bantuan meja dan kursi selama tiga tahun berturut-turut lewat Dinas Pendidikan maupun DPRD, dengan total kebutuhan mencakup 10 ruang kelas. Saat ini tercatat lima kelas masih mengikuti pembelajaran tanpa meja dan kursi yang memadai. Sekolah yang berdiri sejak 2006 tersebut selama ini hanya mampu melakukan pengadaan mebel secara bertahap menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah, dengan harga satu set meja dan kursi siswa berkisar Rp500 ribu.

Menyusul viralnya kondisi ini di media sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat akhirnya memanggil langsung Sumardi guna membahas persoalan sarana belajar tersebut. Kepala Bidang SMA Disdikbud Sulbar, Imran, menegaskan pemerintah provinsi akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan meja dan kursi secara bertahap. Namun ia mengakui keterbatasan anggaran membuat bantuan tahun ini belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan sekolah, dengan prioritas hanya mencakup dua rombongan belajar terlebih dahulu.

Kabar baik datang dari kepastian bahwa alokasi bantuan kursi untuk dua rombel tersebut telah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Pendidikan tahun 2026, dengan proses realisasi diperkirakan rampung sekitar Oktober mendatang. Di luar bantuan pemerintah, Imran juga mengungkap adanya pihak lain yang menyatakan kesediaan memberikan sumbangan tambahan berupa 150 set meja dan kursi bagi sekolah tersebut.

Meski solusi jangka pendek mulai terlihat, IPMA Pasangkayu tetap berharap proses penyaluran bantuan dapat dipercepat agar seluruh siswa tidak lagi harus menjalani proses belajar mengajar sambil duduk di lantai kelas, mengingat persoalan keterbatasan fasilitas dasar pendidikan semacam ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian tuntas di sekolah tersebut.

#SMAN1Bulutaba #Pasangkayu #SulawesiBarat #FasilitasPendidikan #SiswaBelajarDiLantai #IPMAPasangkayu #DisdikbudSulbar #KetimpanganPendidikan #SaranaBelajar #BeritaDaerah