Pemkab Batang Gratiskan Biaya Berobat Korban PMT Posyandu

Fokus, Nasional306 Dilihat

BATANG — Puluhan warga Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam kegiatan Posyandu setempat. Dinas Kesehatan Kabupaten Batang memastikan seluruh biaya penanganan medis korban ditanggung gratis oleh pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr. Ida Susilaksmi, mengungkapkan bahwa hingga Selasa siang, 22 September 2026, tercatat total 40 orang mengonsumsi PMT dalam kegiatan Posyandu tersebut, dengan 35 orang di antaranya menunjukkan gejala keracunan sementara lima lainnya tidak bergejala. Dari jumlah tersebut, dua orang menjalani rawat inap, sembilan orang masih diobservasi di ruang gawat darurat, dan 24 orang lainnya menjalani rawat jalan. Ida menegaskan bahwa penanganan dugaan kasus keracunan ini sepenuhnya digratiskan bagi warga.

Camat Batang, Luksono Pramudito, menjelaskan kronologi kejadian bermula dari Posyandu Mawar di RT 1 dan RT 2, RW 2, Dukuh Rowosoko, yang semula dijadwalkan berlangsung Senin pagi, 21 September 2026, namun diundur ke sore hari lantaran ada warga yang meninggal dunia. Meski jadwal kegiatan mundur, menu PMT berupa bubur kacang hijau, tahu bacem, dan roti tawar tersebut sudah dimasak sejak pagi hari yang sama, dengan sumber pembiayaan berasal dari anggaran Dana Desa yang dikelola dan disajikan langsung oleh kader kesehatan desa setempat.

Gejala keracunan mulai dirasakan warga sekitar pukul 22.00 WIB pada malam yang sama, dengan Dinas Kesehatan baru menerima laporan resmi keesokan paginya, Selasa, sekitar pukul 07.00 WIB. Ida menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat begitu laporan diterima, dengan tim medis dari Puskesmas Batang 3 turun langsung melakukan penanganan awal di Mushala Al-Ikhlas RT 2 RW 2.

Kondisi para korban dilaporkan berangsur membaik, termasuk pasien yang sebelumnya datang dalam kondisi paling parah. Ida menegaskan seluruh pasien tetap berada dalam pemantauan intensif tenaga medis. Dinas Kesehatan Batang kini masih melakukan penyelidikan epidemiologi dengan menelusuri seluruh warga yang mengonsumsi makanan tersebut, sembari mengambil sampel makanan maupun muntahan pasien untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan massal ini.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden keracunan yang melibatkan program bantuan makanan berbasis komunitas maupun sekolah di berbagai daerah Indonesia belakangan ini, mulai dari program Makan Bergizi Gratis hingga Pemberian Makanan Tambahan tingkat Posyandu, yang mendorong sejumlah pemerintah daerah memperketat pengawasan standar keamanan pangan dalam setiap program bantuan gizi masyarakat.

#KeracunanPMT #DinkesBatang #Posyandu #RowobelangBatang #JawaTengah #KeselamatanPangan #IdaSusilaksmi #KeracunanMassal #BeritaKesehatan #BeritaDaerah

News Feed