JAKARTA — Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintah telah menuntaskan seluruh kewajiban pembayaran obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), instrumen utang yang diterbitkan negara saat menangani krisis moneter 1997-1998. Laporan tersebut disampaikan dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Kepada wartawan usai bertemu Presiden, Suahasil menjelaskan bahwa pelunasan obligasi BLBI kepada Bank Indonesia rampung pada akhir Agustus 2026. Ia menegaskan instrumen utang tersebut merupakan surat berharga yang diterbitkan pemerintah khusus untuk menangani gejolak krisis keuangan yang melanda Indonesia pada 1997 hingga 1998 silam. Pembayaran dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun, dengan sisa obligasi terakhir yang baru saja dilunasi mencapai Rp218,3 triliun.
Skema pelunasan ini memanfaatkan surplus tahun buku Bank Indonesia, sesuai mekanisme yang telah berjalan selama bertahun-tahun. Setiap kali bank sentral mencatatkan surplus dalam laporan keuangannya, dana tersebut wajib disetorkan ke kas negara sebagai bagian dari Kekayaan Negara Dipisahkan, kemudian secara bertahap dialokasikan untuk mencicil sisa kewajiban obligasi warisan krisis tersebut hingga akhirnya benar-benar tuntas.
Total nilai obligasi yang diterbitkan pemerintah saat menangani krisis moneter tersebut sejatinya mencapai sekitar Rp640 triliun, terbagi dalam beberapa jenis instrumen dengan skema pelunasan berbeda-beda. Salah satu jenisnya, yakni obligasi rekap yang digunakan untuk merekapitalisasi perbankan nasional, telah lebih dulu lunas pada Juli 2020. Sementara itu, obligasi BLBI yang secara khusus menopang program penyelamatan likuiditas perbankan saat krisis baru benar-benar terselesaikan seluruhnya bulan lalu.
Tuntasnya kewajiban ini menjadi penutup salah satu lembaran fiskal terpanjang dalam sejarah keuangan negara pascakrisis Asia, mengingat beban bunga dan pokok utang tersebut telah membayangi struktur anggaran negara selama hampir tiga dekade sejak pertama kali diterbitkan. Dengan lunasnya seluruh kewajiban ini, pemerintah kini memiliki ruang fiskal yang sedikit lebih lega tanpa perlu lagi mengalokasikan anggaran rutin untuk mencicil warisan utang krisis 1998.
Pengumuman ini turut menjadi salah satu capaian yang disoroti dalam rangkaian laporan kinerja fiskal Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Suahasil Nazara, yang baru resmi menjabat sejak pertengahan September 2026 menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Momentum pelunasan ini turut disampaikan bersamaan dengan sejumlah agenda ekonomi strategis lain yang tengah dibahas pemerintah bersama Presiden di Istana Merdeka.
#UtangBLBI #KrisisMoneter1998 #SuahasilNazara #KementerianKeuangan #BankIndonesia #IstanaMerdeka #PrabowoSubianto #ObligasiNegara #FiskalIndonesia #BeritaEkonomi






