Purbaya Dicopot dari Menkeu Setahun Penuh Kontroversi Berakhir

Fokus, Nasional200 Dilihat

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi mengakhiri masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, digantikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin, 14 September 2026. Pergantian ini menutup babak setahun kepemimpinan Purbaya yang diwarnai gaya komunikasi blak-blakan sekaligus deretan kontroversi publik.

Purbaya pertama kali dilantik menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada 8 September 2025. Menariknya, hanya beberapa jam sebelum resmi dicopot, ia masih tampil di hadapan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah membahas dana pemerintah daerah senilai Rp195,2 triliun yang mengendap di perbankan hingga 31 Agustus 2026, sembari mendesak percepatan realisasi anggaran daerah. Hingga kini, Istana belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik pergantian mendadak tersebut.

Isu pergantian sebenarnya sudah berembus sejak awal Juni 2026, saat itu langsung dibantah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang menegaskan tidak ada rencana mengganti Purbaya. Namun beberapa bulan berselang, spekulasi tersebut akhirnya terbukti. Direktur Eksekutif Center of Law and Economic Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai pencopotan ini bukan sekadar reshuffle biasa, melainkan buntut dari tekanan fiskal akibat program prioritas pemerintah serta koordinasi yang kurang harmonis antara Purbaya dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Kementerian Keuangan.

Sepanjang menjabat, Purbaya kerap menjadi sorotan lewat pernyataan spontannya. Ia sempat menuai kritik ketika awal menjabat meremehkan gelombang aksi bertajuk Tuntutan Rakyat 17+8, dengan menyebutnya hanya disuarakan sebagian kecil masyarakat dan akan mereda apabila ekonomi tumbuh di kisaran 7 hingga 8 persen. Kontroversi lain muncul pada Oktober 2025, saat ia menuding adanya dana pemerintah daerah senilai Rp5,16 triliun yang mengendap di sejumlah bank daerah, termasuk Bank Kalsel. Isu restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh dengan tenor hingga 80 tahun turut memicu kritik tajam, salah satunya dari ekonom Defiyan Cori yang menilai pernyataan Purbaya kerap disampaikan tanpa kajian mendalam.

Di tengah dinamika ini, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel sempat melontarkan peringatan kepada Purbaya jauh sebelum pencopotan terjadi, saat menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Januari 2026. Noel mengklaim memperoleh informasi bahwa Purbaya berpotensi menghadapi persoalan hukum, tanpa merinci perkara yang dimaksud, sekaligus menyebut posisi Purbaya dianggap mengganggu kepentingan sejumlah pihak tertentu.

Dengan pelantikan Suahasil Nazara, publik dan pelaku pasar kini menaruh harapan besar agar Kementerian Keuangan kembali pada pendekatan komunikasi yang lebih terukur dan berbasis kajian teknis mendalam, guna menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah tantangan ekonomi domestik maupun global yang semakin kompleks.

#PurbayaYudhiSadewa #SuahasilNazara #MenteriKeuangan #KabinetPrabowo #PergantianMenkeu #KontroversiMenkeu #KemenkeuRI #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #BeritaEkonomi