TEHERAN — Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menargetkan sebuah kapal tanker minyak berbendera Togo yang dituding melakukan pelayaran secara ilegal di jalur perairan strategis tersebut.
Berdasarkan pernyataan Angkatan Laut IRGC yang dilansir kantor berita IRNA dan dikutip AFP serta Anadolu Agency, Jumat, 18 September 2026, kapal tanker bernama Trend tersebut menjadi sasaran dan berhasil ditahan setelah dilaporkan mengalami kebakaran di atas kapal. Insiden ini terjadi pada Kamis malam, 17 September 2026.
IRGC menuding kapal tersebut berupaya melintasi Selat Hormuz secara ilegal setelah dihasut dan diperalat oleh militer Amerika Serikat, yang dalam pernyataan resminya bahkan disebut sebagai “pembunuh anak-anak”. Militer Iran menegaskan pihaknya tetap memegang kendali penuh atas jalur perairan strategis tersebut dan akan menghadang kekuatan mana pun yang dianggap sebagai pihak agresor.
Sebagai peringatan lanjutan, IRGC kembali menegaskan kepada seluruh pemilik kapal maupun awaknya bahwa pelayaran ilegal melintasi Selat Hormuz hanya akan berujung pada kehancuran bagi kapal-kapal yang melanggar aturan yang telah ditetapkan Teheran.
Hingga kini, belum ada verifikasi independen atas klaim serangan tersebut. Status pasti kapal tanker yang dimaksud, termasuk kebenaran soal kebakaran yang terjadi di atasnya, masih belum dapat dipastikan. Pernyataan resmi IRGC pun tidak merinci soal muatan kapal, kondisi awak, kemungkinan adanya korban luka, maupun apakah kapal tersebut masih mengapung atau tidak.
Secara terpisah, Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (UKMTO), badan keamanan maritim yang dikelola Angkatan Laut Inggris, melaporkan adanya insiden keamanan di Selat Hormuz pada Kamis, tepatnya sekitar 16 mil laut di sebelah timur laut Khasab, Oman. Namun UKMTO tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kapal yang terlibat, sehingga belum jelas apakah insiden yang dilaporkan lembaga tersebut berkaitan langsung dengan klaim IRGC.
Sejak konflik antara Iran dan Amerika Serikat pecah akhir Februari 2026, Selat Hormuz telah berulang kali menjadi arena ketegangan. Teheran secara konsisten memblokade jalur pelayaran tersebut, bahkan berencana memberlakukan pungutan biaya transit bagi kapal yang melintas, sembari terus melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang dianggap menghindari rute resmi yang ditetapkan otoritas Iran.
Insiden terbaru ini menambah rentetan panjang gangguan keamanan di salah satu jalur pelayaran energi tersibuk di dunia tersebut, sekaligus menegaskan bahwa risiko eskalasi di Selat Hormuz masih jauh dari kata mereda meski berbagai upaya diplomasi sempat digulirkan sejumlah pihak untuk meredakan ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk.
#SelatHormuz #IranSerangTanker #GardaRevolusiIran #KapalTankerTogo #KonflikASIran #UKMTO #KrisisMaritim #KeamananPelayaran #GeopolitikTimurTengah #BeritaInternasional











