SLEMAN — Chairman Mubarok Institute, Fadhil As Mubarok, menyerukan pentingnya mempertahankan semangat generasi pembangun bangsa agar Indonesia tidak terjerumus menjadi apa yang ia sebut sebagai “generasi penikmat”, kondisi yang menurutnya berpotensi membawa negara ke arah kekacauan yang lebih parah.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadhil dalam Seminar Nasional dan Bedah Buku bertajuk “Semangat Hidup dan Pasrah kepada Tuhan: Memoar William Soeryadjaya” yang digelar di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa, 8 September 2026.
Dalam paparannya, Fadhil memetakan perjalanan sejarah Indonesia berdasarkan karakter generasi yang mewarnai setiap masanya. Ia menyebut era proklamasi kemerdekaan diwarnai oleh generasi pendobrak, yang kemudian dilanjutkan oleh generasi pembangun bertugas mengisi kemerdekaan lewat pembangunan bangsa. Menurutnya, semangat generasi pembangun inilah yang seharusnya terus dijaga dan dipertahankan hingga saat ini.
Ia mengingatkan bahwa tantangan besar akan muncul ketika semangat membangun bangsa mulai luntur di kalangan generasi muda. Kondisi tersebut, jelasnya, berpotensi melahirkan generasi yang hanya berorientasi pada kepentingan sesaat, baik di ranah politik maupun bisnis, tanpa lagi memegang cita-cita luhur untuk kemajuan bersama.
Fadhil menggambarkan sosok yang ia sebut generasi penikmat sebagai kelompok yang mengejar keuntungan pribadi lewat cara-cara yang tidak bertanggung jawab, termasuk praktik korupsi. Ia mencontohkan pejabat yang tidak lagi serius menjalankan amanahnya melainkan justru menyalahgunakan posisi demi keuntungan pribadi, serta pengusaha yang mengeruk kekayaan negeri lalu melarikannya ke luar negeri.
Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa apabila fenomena generasi penikmat terus dibiarkan berkembang tanpa kendali, sementara semangat generasi pembangun semakin memudar, Indonesia berisiko jatuh ke fase generasi berikutnya yang jauh lebih mengkhawatirkan, yakni kondisi bangsa yang carut-marut dan kehilangan arah harapan.
Meski menyampaikan peringatan keras tersebut, Fadhil tetap menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Indonesia, dengan syarat generasi muda saat ini mampu mempertahankan dan menghidupkan kembali semangat membangun bangsa sebagaimana yang pernah ditunjukkan generasi-generasi sebelumnya.
Acara bedah buku memoar William Soeryadjaya, pendiri Astra International, ini menjadi ajang refleksi bagi kalangan akademisi dan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk mengambil pelajaran dari perjalanan hidup sang tokoh bisnis nasional, sekaligus menjadi pengingat pentingnya integritas dan semangat pengabdian dalam membangun bangsa di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
#FadhilAsMubarok #MubarokInstitute #WilliamSoeryadjaya #UINSunanKalijaga #GenerasiPembangun #BedahBuku #SeminarNasional #IntegritasBangsa #AstraInternational #BeritaPendidikan






