Rentetan Keracunan MBG Awal September Total Tembus 1700 Lebih

Fokus, Nasional562 Dilihat

JAKARTA — Gelombang baru dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia hanya dalam tiga hari pertama September 2026. Total korban dari lima wilayah terdampak, mulai dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah, diperkirakan mencapai lebih dari 1.700 orang.

Kasus terparah terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur, setelah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, menyantap menu MBG pada Selasa, 1 September 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo per Rabu, 2 September, jumlah terdampak mencapai 567 orang, dengan 457 orang telah diperbolehkan pulang, 80 orang masih menjalani perawatan, dan 30 orang dalam status observasi. Angka ini bahkan terus bergerak naik, dengan sejumlah laporan lanjutan menyebut total korban di Sidoarjo sempat menembus 664 hingga 668 orang, tersebar di 19 lembaga pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA, TK, hingga pondok pesantren. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, sembari menjelaskan bahwa proses memasak dimulai pukul 00.00 WIB dan makanan baru didistribusikan sekitar pukul 11.00 WIB. Badan Gizi Nasional (BGN) merespons dengan menjatuhkan sanksi suspensi operasional selama 30 hari terhadap SPPG tersebut, sekaligus mengusulkan pencopotan kepala dapur, dan turut mengevaluasi 174 dapur SPPG lain di Sidoarjo.

Di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kasus serupa terjadi di SMA Negeri 1 Lasem pada Kamis, 3 September 2026. Sebanyak 777 orang, terdiri dari 752 siswa dan 25 guru, dilaporkan mengalami diare massal hingga membuat fasilitas toilet sekolah kewalahan menampung antrean. Lima orang di antaranya harus dilarikan ke Puskesmas Lasem karena kondisi lemas akibat muntah terus-menerus.

Kasus lain juga muncul di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menimpa siswa SMA Negeri 3 Nganjuk usai mengonsumsi menu nasi goreng dan ayam suwir pada Rabu, 2 September 2026. Jumlah korban yang dilaporkan terus berubah seiring waktu, mulai dari kisaran 49 hingga 53 orang pada laporan awal, sebelum akhirnya melonjak menjadi 127 siswa pada Kamis malam, dengan 33 orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan setempat. Sementara itu, di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, tercatat 237 siswa dan guru turut menjadi korban dengan dua orang masih menjalani perawatan lanjutan.

Rentetan kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi sejak program MBG bergulir. Sebelumnya, Kecamatan Kragan di Kabupaten Rembang bahkan telah dua kali mengalami insiden serupa dalam kurun beberapa bulan terakhir, hingga membuat sejumlah orang tua mengaku trauma menyekolahkan anaknya.

Ketua Komisi X DPR RI turut mendesak evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur pengelolaan dapur SPPG di seluruh Indonesia, menyusul berulangnya insiden keracunan yang melibatkan ribuan pelajar dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah daerah di masing-masing wilayah terdampak memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung hingga dinyatakan pulih sepenuhnya.

#KeracunanMBG #MakanBergiziGratis #SPPGKalitengah #Sidoarjo #Rembang #Nganjuk #BadanGiziNasional #KeselamatanPangan #BeritaKesehatan #BeritaNasional