ARAH KEPEMIMPINAN NASIONAL DALAM MENJAGA STABILITAS KEBANGSAAN

Fokus, Nasional244 Dilihat

Oleh: Fadhil As. Mubarok | Chairman of Mubarok Institute

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kedudukan strategis Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai penopang utama stabilitas serta arah perjalanan bangsa Indonesia ke depan. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.

Dalam sambutannya di hadapan ribuan muktamirin dan jajaran ulama, Prabowo menyebut NU senantiasa hadir di setiap fase krusial perjalanan bangsa, termasuk kala Indonesia menghadapi berbagai gejolak dan krisis. Ia menegaskan bahwa organisasi keagamaan tersebut turut berperan besar dalam menjaga stabilitas, keamanan, perdamaian, sekaligus menentukan arah masa depan Indonesia. Presiden menilai kedekatan pemerintah dengan dua ormas Islam terbesar tanah air, NU dan Muhammadiyah, menjadi syarat mutlak agar bangsa ini mampu bangkit dan tetap terjaga keamanannya.

Prabowo turut menyinggung sejarah panjang NU dalam perjuangan kemerdekaan, salah satunya lewat lagu Syubbanul Wathon karya KH Abdul Wahab Hasbullah, yang menurutnya menjadi bukti nyata semangat nasionalisme telah tumbuh subur di kalangan ulama NU jauh sebelum Indonesia merdeka. Ia menegaskan lagu tersebut lahir dari kelompok religius namun sarat semangat cinta tanah air dan patriotisme yang luar biasa.

Presiden secara terbuka mengakui besarnya kontribusi dukungan NU dan Muhammadiyah terhadap posisinya sebagai mandataris rakyat. Ia menegaskan tanpa dukungan kedua organisasi tersebut, mustahil dirinya dapat terpilih memimpin negara. Sebagai bentuk komitmen timbal balik, Prabowo menyatakan tekadnya untuk terus memperkuat dan memberdayakan pesantren-pesantren di bawah naungan NU maupun Muhammadiyah, sembari menyampaikan permintaan maaf atas sejumlah sekolah dan pesantren NU yang belum menerima bantuan panel layar interaktif dalam program bantuan pendidikan pemerintah.

Lebih jauh, Prabowo menekankan bahwa kehormatan sebuah bangsa tidak dapat dilepaskan dari terwujudnya keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya. Ia menegaskan tidak ada bangsa yang benar-benar dihormati apabila rakyatnya belum sejahtera, sekaligus menegaskan tidak ada kemakmuran sejati tanpa keadilan yang merata. Presiden turut menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari kalangan ulama dan santri terhadap berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari upaya swasembada pangan dan energi hingga program pemenuhan gizi masyarakat.

Muktamar ke-35 NU sendiri turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Panitia Muktamar Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, serta Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Presiden Prabowo sebagai simbol dimulainya rangkaian muktamar yang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 di kompleks pesantren tersebut, sekaligus menjadi ajang penting bagi warga nahdliyin menentukan arah kepemimpinan organisasi lima tahun mendatang.

#PrabowoSubianto #MuktamarNU35 #NahdlatulUlama #Muhammadiyah #TambakberasJombang #StabilitasBangsa #SyubbanulWathon #GusYahya #PesantrenNU #BeritaNasional