KDM Minta Pendakian Ditunda Karhutla Jabar Tembus 132 Kejadian

Fokus, Nasional219 Dilihat

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, meminta seluruh kepala daerah memperketat pengawasan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, termasuk menyarankan penundaan sementara aktivitas pendakian gunung di wilayahnya. Imbauan ini disampaikan menyusul lonjakan jumlah kejadian karhutla di Jawa Barat sepanjang musim kemarau tahun ini.

Dedi secara khusus menyoroti dua kawasan yang menjadi favorit pendaki, yakni Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor. Ia meminta bupati di kedua wilayah tersebut, serta daerah lain yang gunungnya kerap dijadikan lokasi pendakian, untuk sementara waktu menunda kegiatan tersebut. Menurutnya, tidak semua pendaki memiliki tingkat kedisiplinan tinggi dalam menjaga kelestarian alam, khususnya terkait kebiasaan merokok dan menyalakan api unggun di tengah vegetasi yang mengering akibat kemarau panjang. Ia menegaskan kelalaian kecil semacam itu sangat rentan memicu kobaran api besar yang sulit dikendalikan aparat di lapangan.

Selain jalur pendakian, Dedi turut meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota memperketat pengawasan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir sampah, mengingat lokasi tersebut juga rawan menjadi sumber kebakaran akibat kelalaian manusia selama musim kemarau berlangsung.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat, tercatat 132 kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang periode Januari hingga akhir Agustus 2026, tersebar di berbagai kecamatan di seluruh provinsi. Angka ini melanjutkan tren peningkatan dari data sebelumnya pada awal Agustus, yang saat itu mencatat 79 kejadian dengan sebaran di 86 titik kecamatan dan total luas lahan terdampak mencapai 87 hektare. Kabupaten Sumedang tercatat sebagai daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, disusul Kota Bandung dan Kabupaten Kuningan yang masing-masing mengalami tiga kali kejadian kebakaran.

Meski jumlah kejadian terus bertambah, otoritas kebencanaan setempat memastikan tidak ada laporan korban jiwa, warga mengungsi, maupun orang hilang akibat rangkaian kebakaran tersebut hingga saat ini.

Langkah kewaspadaan serupa juga digaungkan Kepolisian Daerah Jawa Barat. Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Pipit Rismanto mengimbau seluruh pendaki dan komunitas pencinta alam untuk turut mencegah potensi karhutla dengan tidak menyalakan api unggun di area rawan, tidak membuang puntung rokok sembarangan sepanjang jalur pendakian, serta memperketat pengawasan penggunaan kompor portabel saat berkemah. Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Hendra Rochmawan menambahkan bahwa pengelola pos pendakian diminta selalu menyiapkan sarana pemadam sederhana dan memastikan sisa api benar-benar padam total sebelum ditinggalkan.

Status siaga darurat kekeringan dan karhutla sendiri telah ditetapkan Gubernur Dedi Mulyadi di 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat, berlaku sejak 1 Juli hingga 30 September 2026, sebagai landasan bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bergerak cepat mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama puncak musim kemarau berlangsung.

#KarhutlaJabar #DediMulyadi #KDM #PendakianGunung #JawaBarat #SiagaDaruratKarhutla #PoldaJabar #BPBDJabar #MusimKemarau #BeritaDaerah