SOFIA — Ketegangan perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mulai merambat jauh ke wilayah Eropa, dengan Bulgaria muncul sebagai kandidat utama sasaran serangan balasan Teheran. Ancaman ini bermula dari keputusan parlemen Bulgaria pada Juli 2026 yang mengizinkan Pangkalan Udara Bezmer digunakan sebagai fasilitas pengisian bahan bakar bagi pesawat militer Amerika Serikat, kesepakatan yang berfungsi menopang operasi militer Washington di Timur Tengah melawan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi langsung menyampaikan peringatan keras kepada mitranya di Bulgaria, menegaskan bahwa negara mana pun yang membantu apa yang disebutnya sebagai agresi Amerika Serikat terhadap Iran akan dianggap sebagai sasaran sah bagi serangan balasan Teheran. Berdasarkan laporan Financial Times yang mengutip dua sumber dekat pemerintah Iran, Teheran dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi menyerang aset militer di Eropa tenggara, termasuk Bulgaria dan Siprus, apabila Presiden Donald Trump memutuskan meningkatkan eskalasi konflik.
Peneliti senior di Centre for European Reform, Armida van Rij, menilai kawasan Eropa tenggara berpotensi menjadi target menarik karena posisinya yang strategis, menampung sejumlah pangkalan NATO, sekaligus berfungsi sebagai jalur pasokan utama menuju Ukraina di tepi Laut Hitam. Jurnalis asal Sofia yang meliput kawasan Eropa tenggara dan Timur Tengah untuk situs berita Dnevnik.bg, Angel Petrov, mengungkap kepada Al Jazeera bahwa perang Iran selama ini dipandang sebagai persoalan jauh oleh warga Bulgaria, yang justru lebih menganggap penting perang Ukraina dan kehadiran Rusia yang kian agresif di kawasan.
Menyikapi ancaman ini, otoritas keamanan Bulgaria langsung memperketat pengamanan di sekitar Pangkalan Udara Bezmer. Menteri Dalam Negeri Bulgaria Ivan Demerdzhiev menegaskan pihaknya telah mengambil segala langkah pengamanan yang mungkin dilakukan di pangkalan tersebut, berkoordinasi penuh dengan Kementerian Pertahanan, sekaligus menegaskan tingkat kewaspadaan yang diterapkan jauh melampaui level ancaman yang saat ini teridentifikasi oleh badan keamanan.
Berdasarkan otorisasi parlemen Bulgaria, hingga delapan unit pesawat tanker KC-135 milik Angkatan Udara AS beserta sekitar 250 personel militer diizinkan beroperasi dari Bezmer sejak 24 Juli hingga 1 Oktober 2026, guna mendukung operasi Amerika Serikat di Timur Tengah. Namun perkembangan terbaru menunjukkan Bulgaria akhirnya menarik dua unit pesawat tanker pengisi bahan bakar tersebut dari negaranya, menyusul laporan bahwa Iran mempertimbangkan serangan terhadap aset Amerika Serikat di Bulgaria maupun Siprus jika ketegangan dengan Washington terus meningkat.
Selain Bezmer, sejumlah laporan turut mengungkap bahwa militer Iran sempat mencoba menjangkau target sejauh pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Pulau Diego Garcia, berjarak sekitar 3.780 kilometer dari Iran, sekaligus mengkaji opsi memperluas konflik lewat kemungkinan serangan terhadap kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz. Aliansi NATO menegaskan kesiapan penuh membela negara anggotanya di tengah laporan rencana serangan Iran tersebut.
Di sisi lain, sejumlah upaya diplomatik masih berlangsung, termasuk komunikasi Menteri Luar Negeri Mesir dengan Araghchi guna menjajaki jalan kembali ke perundingan, meski Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf turut menyerukan pembentukan tatanan kawasan yang independen tanpa keterlibatan Amerika Serikat.
#IranEropa #Bulgaria #PangkalanBezmer #KonflikASIran #AbbasAraghchi #NATO #GeopolitikEropa #PerangIran #FinancialTimes #BeritaInternasional







