Rusia Bangun 10 Pangkalan Drone Rahasia Dekat Perbatasan NATO

Fokus, Internasional300 Dilihat

MOSKOW — Investigasi mendalam surat kabar Inggris The Telegraph mengungkap fakta mengejutkan bahwa Rusia telah membangun setidaknya sepuluh pangkalan rahasia berkemampuan meluncurkan drone jarak jauh berdaya hancur tinggi jauh ke wilayah negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Temuan ini diterbitkan pada Minggu, 16 Agustus 2026, berdasarkan analisis dokumen bocor dan citra satelit.

Berdasarkan penelusuran tersebut, ditemukan sedikitnya 59 rel peluncuran drone yang baru dibangun di sepanjang wilayah Rusia bagian barat, tersebar di sekitar sepuluh lokasi strategis dekat perbatasan dengan Belarusia dan Ukraina. Beberapa pangkalan memanfaatkan bekas fasilitas militer maupun bandara sipil yang dialihfungsikan, sementara sebagian lainnya dibangun sepenuhnya baru di kawasan pedesaan terpencil.

Menurut analisis firma intelijen drone DroneSec, sekitar 20 dari rel peluncuran tersebut memiliki ukuran lebih panjang dari biasanya, mengindikasikan kemampuan meluncurkan varian drone jet Geran-4 dan Geran-5 milik Rusia, pengembangan dari drone Shahed buatan Iran. Drone Geran-5 diketahui membawa hulu ledak seberat 90 kilogram dengan jangkauan operasional diklaim mencapai sekitar seribu kilometer. Tujuh dari sepuluh pangkalan yang teridentifikasi bahkan telah aktif digunakan dalam serangan berskala besar terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, memanfaatkan kedekatan lokasi untuk menembus sistem pertahanan udara yang semakin melemah.

Ancaman jangka panjang dari infrastruktur ini tidak main-main. Grafis yang dipublikasikan The Telegraph menunjukkan bahwa dalam radius seribu kilometer dari lokasi peluncuran, sejumlah negara NATO turut masuk jangkauan hipotetis drone Geran-5, di antaranya Polandia, Latvia, Lituania, Estonia, Finlandia, Rumania, Bulgaria, Turki, hingga sebagian wilayah Yunani, Hungaria, dan Slovakia. Ibu kota Polandia, Warsawa, disebut menjadi salah satu target yang berpotensi terjangkau jika Rusia memutuskan meningkatkan eskalasi konflik dengan Eropa.

Kekhawatiran ini diperkuat peringatan dari pejabat intelijen Eropa dan Amerika Serikat yang menduga Rusia tengah mempertimbangkan sejumlah skenario provokasi bersenjata terhadap Polandia. Skenario tersebut mencakup kemungkinan serangan rudal atau drone terhadap infrastruktur vital, hingga operasi berkedok bendera palsu yang dirancang untuk menyudutkan Ukraina sebagai pihak yang disalahkan. Meski demikian, The Telegraph menegaskan hingga saat ini belum ditemukan bukti konkret yang menunjukkan Rusia benar-benar bersiap melancarkan serangan langsung terhadap Polandia maupun negara NATO lainnya.

Menanggapi temuan ini, seorang pejabat NATO menegaskan kepada The Telegraph bahwa aliansi tersebut tetap siap mempertahankan setiap jengkal wilayah sekutunya, sembari terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman, termasuk yang berasal dari serangan drone. Sejumlah analis turut mencatat bahwa perluasan jaringan pangkalan ini memungkinkan Rusia meluncurkan drone dalam jumlah lebih besar secara bersamaan sekaligus mempersulit upaya intersepsi, berpotensi meningkatkan skala serangan udara ke Ukraina di masa mendatang.

#RusiaUkraina #NATO #DroneRusia #Warsawa #Polandia #KonflikEropa #TheTelegraph #KeamananEropa #PerangDrone #BeritaInternasional