Diplomasi Intelektual PTKIN, Hegemoni Akademik Indonesia dalam Geopolitik Pendidikan Global

Nasional, Pendidikan270 Dilihat

Oleh: Fadhil As. Mubarok | Chairman of Mubarok Institute

Sebuah tonggak bersejarah bagi pendidikan tinggi Islam Indonesia ditorehkan di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi Hasan secara aklamasi terpilih sebagai Presiden Asian Islamic Universities Association (AIUA) masa bakti 2026–2028. (Wikipedia) Pengukuhan ini berlangsung dalam 15th Annual General Meeting AIUA di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 23–25 Juni 2026.

Menggantikan Rektor UIN Jakarta

Prof. Noorhaidi Hasan dilantik sebagai Presiden AIUA periode 2026–2028, menggantikan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, untuk memimpin kolaborasi perguruan tinggi Islam di kawasan Asia dalam dua tahun ke depan.

Prof. Noorhaidi tidak menyembunyikan rasa hormatnya kepada pendahulunya. “Kami juga mencoba mengembangkan kolaborasi akademik seperti double degree, joint degree, faculty exchange, student exchange, joint seminar, joint conference, dan joint publication. Itu akan menjadi beberapa aktivitas yang akan kita hadapi di target masa depan,” katanya.

Ilmuwan Masuk Top 2 Persen Dunia

Pria kelahiran Amuntai, Kalimantan Selatan, 7 Desember 1971 ini resmi memimpin jejaring sekitar 90 perguruan tinggi Islam dari berbagai negara di Asia.

Ia meraih gelar M.A. di Leiden University pada 1999 dan M.Phil. di International Institute for the Study of Islam in the Modern World pada 2000, keduanya dengan predikat cum laude. Gelar Ph.D. juga diraihnya dengan cum laude dari Utrecht University pada tahun 2005.

Nama Prof. Noorhaidi juga masuk dalam daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia berdasarkan dampak publikasi dan sitasi karya akademiknya.

Forum Dihadiri Tujuh Negara Jusuf Kalla Buka Acara

Forum yang berlangsung pada 23-25 Juni 2026 itu membahas peran kampus Islam dalam mendorong perdamaian dunia di tengah meningkatnya berbagai tantangan global, mengusung tema “Transforming Islamic Higher Education for Advancing Global Peace, Resilience, and Inclusive Development”.

Acara dibuka dengan pemaparan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Ketua BKSAP DPR RI Ace Hasan Syadzily sebagai pembicara kunci.

Forum AIUA tahun ini diikuti delegasi dari lebih dari tujuh negara, antara lain Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Deklarasi Perdamaian dan Agenda Kolaborasi

Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah penyusunan deklarasi bersama mengenai perdamaian dunia. Deklarasi itu diharapkan menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi Islam dalam merespons dinamika geopolitik internasional yang terus berkembang.

Prof. Noorhaidi mendorong transformasi perguruan tinggi Islam agar lebih responsif terhadap isu-isu kontemporer serta memperkuat peran universitas Islam sebagai pusat peacebuilding dan social cohesion. “Dunia saat ini menghadapi polarisasi, konflik, dan fragmentasi sosial. Di sinilah peran kampus Islam harus tampil sebagai perekat,” tegasnya.

#NoorhaidiHasan #PresidentAIUA #AIUAIndonesia #UINSunanKalijaga #PendidikanTinggiIslam #PTKIN #AsepJahar #UINJakarta #KampusIslamAsia #IslamicUniversityAsia #PerdamaianDunia #JusufKallaAIUA #90KampusIslam #InternasionalisasiPTKIN #IlmuanIndonesiaDunia