Ribuan Mahasiswa Demo Indonesia Menuju Bangkrut Istana Tolak Setop MBG dan Janji Benahi Tata Kelola

Fokus, Hukum, Nasional338 Dilihat

Jakarta – Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas turun ke jalan pada Jumat (12/6/2026) dalam aksi yang diberi nama “Indonesia Menuju Bangkrut.” Titik utama demonstrasi berlokasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, dengan demonstrasi serupa bergulir di Semarang dan Solo. Dua hari berselang, Istana merespons secara resmi.

Lima Tuntutan dari Bundaran HI

BEM UI bersama 15 BEM Fakultas di UI, BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, dan sejumlah organisasi mahasiswa lainnya mengusung lima tuntutan kepada pemerintah: menghentikan pemborosan APBN; menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM; menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih; menghentikan militerisme di ruang sipil; serta mendesak Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan menyuarakan kegelisahan yang dirasakan banyak rakyat. “Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat tidak ada yang berubah,” ujarnya dalam orasinya.

Massa sempat dihadang aparat TNI dan Polri di depan Gedung Thamrin Nine Ballroom sebelum mencapai Bundaran HI. Usai berorasi, Ketua BEM UI menegaskan ini bukan demonstrasi terakhir. “Bukan sekali. Ini adalah langkah pertama. Mari kita kumpulkan energi,” katanya.

Istana: MBG Tidak Akan Dihentikan

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan program MBG tidak akan disetop. Ia mengingatkan bahwa MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo yang penting untuk meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan menurunkan angka stunting pada generasi muda. “Kenapa jangan berhenti? Karena yang menerima manfaat ini nyata di lapangan. Ada ibu hamil. Emang hamilnya bisa berhenti? Ada ibu menyusui,” tegasnya.

Qodari memastikan BGN tetap akan menjalankan program MBG sambil terus mengevaluasi dan membenahi tata kelolanya, menyusul terungkapnya skandal korupsi yang menjerat lima tersangka termasuk mantan kepala dan wakil kepala BGN.

Pemerintah Akui Dengar tapi Tak Sepenuhnya Setuju

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah mendengar dan menghargai aspirasi para mahasiswa. “Kami mendengar semua tuntutan ini. Ini adalah bagian dari proses demokrasi yang sehat,” katanya. Namun pemerintah tetap berpegang pada posisinya: MBG adalah komitmen yang tidak bisa ditarik begitu saja.

Di balik demonstrasi ini tersimpan kekhawatiran nyata yang sudah berbulan-bulan dirasakan publik dari rupiah yang tersungkur ke Rp18.000, Pertamax yang melonjak Rp3.950 dalam semalam, hingga skandal korupsi MBG yang kini menyeret lima tersangka dengan kerugian negara yang belum sepenuhnya terhitung. Para mahasiswa telah mengangkat suara; kini semua mata tertuju pada bagaimana pemerintah merespons dengan tindakan nyata.

#DemoBEMUI #IndonesiaMenujuBangkrut #BundaHI2026 #MahasiswaBergerak #TuntutanMahasiswa #MBGTidakDiSetop #QodariIstana #DemoMahasiswa2026 #BEM UI #KorupsiMBG #EkonomiIndonesia #MiliterismeRuangSipil #HargaBBMTurun #PrabowoBersuara #DemokrasiIndonesia