Jakarta – Air mata mengalir di pipi Nanik Sudaryati Deyang sesaat setelah Presiden Prabowo Subianto menyelesaikan prosesi pelantikannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Di balik tangis itu, ia langsung memancangkan janji-janji tegas untuk membenahi lembaga yang baru saja diguncang skandal korupsi triliunan rupiah.
Keppres 18/M Tahun 2026
Pelantikan Nanik didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN. Bersamaan dengan itu, dua Wakil Kepala BGN juga dilantik: Agustina Arumsari, mantan Wakil Kepala BPKP, dan Mayjen TNI (Purn) Trenggono.
Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG oleh Kejaksaan Agung pada 3 Juni 2026 hanya lima hari sebelum pelantikan resmi ini.
Janji Pertama: Tidak Ada Pengeluaran Tanpa Restu Wakil dari BPKP
Nanik langsung menetapkan mekanisme pertanggungjawaban keuangan yang tidak biasa. “Saya tidak akan mengambil keputusan apa pun terkait pengeluaran uang bila Bu Arumsari tidak OK,” tegasnya kepada wartawan di Istana Negara.
Penunjukan Arumsari yang berlatar belakang pengawasan keuangan negara dari BPKP sebagai penjaga gerbang anggaran dinilai sebagai langkah strategis. Nanik memastikan pengelolaan MBG akan diawasi ketat oleh Arumsari sebagai rem fiskal internal BGN yang baru.
Janji Kedua: Efisiensi Tanpa Bebankan APBN
Nanik juga berkomitmen melakukan efisiensi anggaran agar program MBG tidak semakin membebani APBN. Dalam kesempatan itu ia pun meminta dukungan semua pihak: “Pokoknya dukung aku ya.”
BGN di bawah kepemimpinannya akan memperketat penggunaan anggaran dengan sistem penyaringan keputusan yang tepat sebelum setiap pengeluaran disetujui.
Siapa Nanik Sudaryati Deyang?
Lahir di Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968, Nanik merupakan sarjana Biologi Universitas Jenderal Soedirman dan meraih gelar magister Ilmu Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada. Kariernya dimulai sebagai wartawan Tabloid Bangkit sebelum ia masuk dalam tim pemenangan Prabowo pada Pilpres 2019 sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur.
Setelah Prabowo menang Pilpres 2024, Nanik dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, kemudian menjadi Komisaris Independen Pertamina pada Juni 2025, sebelum akhirnya dilantik sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi pada September 2025.
Pembukaan Dapur Disetop Sementara
Di tengah pembenahan, pemerintah juga mengambil keputusan menghentikan sementara pembukaan dapur MBG baru dan mengubah kriteria penerima manfaat program tersebut sambil menunggu evaluasi menyeluruh rampung dilakukan.
Nanik kini mewarisi beban berat: memimpin lembaga senilai Rp268 triliun yang baru saja tercoreng, dengan sorotan Kejaksaan Agung yang belum padam dan ekspektasi publik yang menuntut transparansi penuh.
#NanikSDeyang #KepalaBGNBaru #PelantikanBGN #MBGBersih #KeppresNanik #AnggotaBPKP #AgustinaArumsari #Trenggono #KorupsiMBGTuntas #ReformasiBGN #MakanBergiziGratis #AnggranMBG #EfisiensiBGN #PrabowoBGN #BGN2026






