Trump Klaim 79 Persen Rudal Iran Hancur Namun Intelijen AS Sebut Data Berbeda

Internasional279 Dilihat

Jakarta – Tiga bulan sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai akhir Februari 2026, Presiden Donald Trump akhirnya memberikan angka yang selama ini dinantikan dunia: berapa sisa kekuatan militer Iran sebenarnya? Jawabannya mengejutkan sekaligus segera diperdebatkan.

“21-22 Persen” Pernyataan Trump di NBC

Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News’ Meet the Press yang dipandu Kristen Welker dan ditayangkan 6-7 Juni 2026, Trump menyatakan Iran kini hanya memiliki sekitar 21 hingga 22 persen dari total persediaan rudalnya sebelum perang dimulai. “Mereka masih memiliki sejumlah rudal dan drone. Secara persentase, mungkin sekitar 21 atau 22 persen dari rudal yang mereka miliki sebelumnya. Jumlah itu masih banyak, tetapi tidak seperti saat kami pertama kali menyerang,” kata Trump.

Trump menegaskan sebagian besar pabrik drone, landasan peluncuran, dan fasilitas produksi rudal Iran telah berhasil dihancurkan. “Kami tahu lokasi drone mereka dan kami tahu di mana pabrik drone mereka berada. Sebagian besar pabrik drone telah dihancurkan, begitu juga dengan sebagian besar fasilitas produksi rudal,” tegasnya.

Intelijen AS Punya Angka Berbeda

Namun klaim Trump langsung dibenturkan fakta di lapangan. Laporan Channel 12 menyebutkan penilaian intelijen AS terbaru mengindikasikan sekitar dua pertiga peluncur rudal Iran masih beroperasi jauh lebih besar dari klaim Trump. Classified intelligence briefings yang disampaikan ke Kongres pada Mei 2026 bahkan menilai Iran telah memulihkan akses operasional ke 30 dari 33 situs peluncuran rudal di sepanjang koridor Bandar Abbas hingga Jask dalam 40 hari setelah gencatan senjata.

Dua hari sebelum wawancara NBC itu ditayangkan, pada 3 Juni, Iran menembakkan tujuh rudal balistik secara simultan ke pangkalan Ali Al Salem di Kuwait dan NSA Bahrain serangan ganda pertama ke dua ibu kota sekaligus dalam konflik ini. Enam rudal berhasil dicegat pertahanan udara AS dan Bahrain, satu malfungsi sebelum mencapai target.

50 Ribu Tentara AS Belum Pulang, Uranium Jadi Kunci

Trump menegaskan 50.000 tentara AS yang dikerahkan ke kawasan Timur Tengah belum akan dipulangkan meski gencatan senjata berlaku. Ia juga mengungkapkan skenario terbaru soal uranium Iran: jika kesepakatan damai tercapai, AS dan Iran akan bekerja sama mengambil dan menghancurkan stok uranium yang diperkaya. Namun jika perundingan gagal, Trump mengancam akan terus mendegradasi militer Iran hingga pasukan AS bisa mengambil material itu secara mandiri.

Iran “Bangga” tapi Tak Punya Pilihan

Saat ditanya mengapa perundingan damai belum membuahkan hasil, Trump menjawab diplomatis: “Saya pikir mereka tidak percaya berada dalam situasi seperti sekarang. Mereka adalah bangsa yang bangga. Ada banyak hal yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan harus dilakukan, tetapi sekarang mereka tidak punya pilihan.”

Trump tetap optimistis soal peluang kesepakatan. “Itu mungkin tidak terjadi, tetapi juga bisa terjadi dalam waktu dekat,” ujarnya, sambil menegaskan bahwa AS lebih memilih solusi diplomatik tertulis ketimbang melanjutkan konflik yang semakin membebani ekonomi dalam negeri akibat naiknya harga bahan bakar.

#PerangIranAS #TrumpIran #RudalIran #KonflikTimurTengah #MeetThePress #GencatanSenjataIran #UraniumIran #SelasHormuz #IRGCIran #MilitarIran #OperasiMilitarAS #TrumpNBC #PerdamaianIran #GeopolitikGlobal #IranWar2026